Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Panglima Revolusi Iran Bersumpah Bakal Bunuh Donald Trump

Mayor Jenderal Hossein Salami dalam pidatonya yang ditujukan langsung kepada Presiden AS Donald Trump menyatakan akan membalas dendam.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 September 2020  |  09:59 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Istimewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemarin bersumpah  akan membalas pembunuhan atas jenderal tertinggi Iran Qassem Soleimani atas perintah Presiden AS, Donald Trump pada awal Januari lalu.

Pernyataan ancaman itu muncul setelah sebuah media di AS menyebutkan pasukan khusus itu tengah berencana membunuh seorang duta besar AS. 

"Balas dendam kami atas kematian jenderal besar kami secara syahid sudah pasti. Ini serius dan nyata," kata Mayor Jenderal Hossein Salami dalam pidatonya yang ditujukan langsung kepada Presiden AS Donald Trump seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (20/9).

Dia mengatakan akan memukul mereka yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam kematian sang jenderal secara syahid.

Soleimani secara luas diyakini sebagai orang terkuat kedua di Iran yang dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad, Irak. Dia ditemani seorang komandan senior Irak dan beberapa anggota IRGC lainnya yang turut tewas.

Setelah serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menjanjikan "balas dendam yang keras" untuk para pelakunya, sebuah janji yang telah ditegaskan kembali oleh para pejabat Iran sejak itu.

Beberapa hari kemudian, Iran membalas dengan menembakkan lebih dari selusin roket ke dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan Amerika. Seperti yang ditunjukkan Salami dalam sambutannya mengatakan tidak ada tentara AS yang terbunuh dalam serangan itu.

Akan tetapi, seperti yang diungkapkan oleh militer AS, lebih dari 100 tentara didiagnosis dengan cedera otak traumatis yang berasal dari serangan rudal, sesuatu yang dianggap Trump sebagai "sakit kepala".

"Tapi yakinlah, siapa pun yang terlibat akan dipukul," kata Salami dalam pidatonya.

Pernyataan Salami muncul setelah outlet media AS, Politico menerbitkan sebuah berita dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya bahwa Iran sedang mempertimbangkan rencana untuk membunuh Duta Besar AS untuk Afrika Selatan, Lana Marks. Tujuannya untuk membalas dendam terhadap Soleimani.

Trump memperingatkan minggu ini bahwa Washington akan menanggapi dengan keras setiap upaya Iran untuk membalas dendam atas kematian Jenderal Soleimani. Dia mengatakan kalau mereka menyerang kami maka kami akan memukul dengan cara apapun 1.000 kali lebih keras".

Para pejabat Iran minggu ini memperingatkan Trump agar tidak membuat "kesalahan strategis" baru dengan mempercayai laporan semacam itu.

Kepala IRGC juga menyiratkan pada hari Sabtu bahwa Marks yang berusia 66 tahun, mantan perancang busana dan tas mewah, tidak akan menjadi target yang proporsional.

"Menurutmu apakah kita memukul duta besar wanita sebagai imbalan atas saudara laki-laki kita yang syahid?" kata jenderal itu.

Hubungan Iran-AS terus memburuk sejak Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir internasional yang ditandatangani antara Iran dan kekuatan dunia.

AS telah memberlakukan sanksi ekonomi yang keras terhadap Iran dan ingin secara sepihak mengembalikan sanksi PBB yang juga akan secara efektif memperbarui embargo senjata konvensional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran konflik Donald Trump

Sumber : aljazeera.com

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top