Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketegangan Brexit Meningkat, Inggris-Uni Eropa Gelar Perundingan Darurat

Menteri Kantor Kabinet Michael Gove akan bertemu dengan pejabat Uni Eropa Maros Sefcovic untuk membahas ketentuan terkait bea cukai dan perbatasan Irlandia Utara dengan Republik Irlandia.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 September 2020  |  15:49 WIB
Komisi Uni Eropa. - europa
Komisi Uni Eropa. - europa

Bisnis.com, JAKARTA - Inggris dan Uni Eropa menggelar perundingan darurat hari ini di London terkait rencana Perdana Menteri Boris Johnson melanggar sejumlah poin penting dalam perjanjian penarikan dari blok itu.

Menteri Kantor Kabinet Michael Gove akan bertemu dengan pejabat Uni Eropa (UE) Maros Sefcovic untuk membahas ketentuan terkait bea cukai dan perbatasan Irlandia Utara dengan Republik Irlandia.

Uni Eropa mengatakan menginginkan klarifikasi tentang implementasi perjanjian. Sementara itu, pembicaraan perdagangan antara negosiator Brexit Inggris Lord Frost dan mitranya dari UE Michel Barnier terus berlanjut.

Sumber kekhawatiran Uni Eropa adalah RUU Pasar Internal yang diusulkan Johnson yang diterbitkan kemarin. RUU tersebut memuat ketentuan memberlakukan tarif atas barang yang melintasi perbatasan Irlandia Utara yang merupakan bagian dari Inggris. Selama ini barang-barang yang melintas dari Republik Irlandia ke Irlandia Utara tak dikenai pemeriksaan ataupun tarif tertentu.

RUU itu juga mengusulkan tidak ada pemeriksaan baru atas barang yang dikirim dari Irlandia Utara ke Inggris Raya. Beleid itu akan memberi para menteri Inggris kekuatan untuk mengubah atau menolak aturan yang berkaitan dengan pergerakan barang yang akan berlaku mulai 1 Januari 2021, jika Inggris dan UE tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan.

Johnson membela RUU tersebut dengan mengatakan hal itu akan memastikan integritas pasar internal Inggris dan menyerahkan kekuasaan ke Negara Bagian Skotlandia dan Wales, sekaligus melindungi proses perdamaian Irlandia Utara.

Namun, para kritikus mengatakan langkah tersebut akan merusak reputasi internasional Inggris setelah seorang menteri mengakui rencana itu melanggar hukum internasional.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengaku sangat prihatin menyusul pengajuan RUU di Parlemen, dan bahwa tindakan seperti itu merusak kepercayaan dengan UE. RUU yang diusulkan juga memicu kritik di Inggris.

"Jika kami kehilangan reputasi kami karena menghormati janji yang dibuat, kami akan kehilangan sesuatu yang melampaui harga yang mungkin tidak akan pernah bisa diperoleh kembali," kata Mantan Perdana Menteri Sir John Major, dilansir BBC, Kamis (10/9/2020).

Pemimpin Partai Buruh Sir Keir Starmer mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan risiko reputasi negara itu. Adapun pertemuan Komite Bersama Inggris-Uni Eropa, yang diketuai bersama oleh Gove dan Sefcovic, dilakukan setelah Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi menegaskan bahwa sama sekali tidak ada peluang dari kesepakatan perdagangan AS-Inggris jika perdamaian Irlandia Utara terancam.

"Inggris harus menghormati Protokol Irlandia Utara yang ditandatangani dengan UE untuk memastikan arus bebas barang melintasi perbatasan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top