Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UNS Tambah Dua Guru Besar Bidang Ekonomi dan Kedokteran

Dua Guru Besar tersebut yaitu Profesor Doddy Setiawan, SE, MSi, PhD, Akt dan Profesor Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K).
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 September 2020  |  18:25 WIB
Universitas Sebelas Maret - Istimewa
Universitas Sebelas Maret - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menambah dua guru besar baru di Bidang Akuntansi Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Bidang Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut pada Fakultas Kedokteran (FK) UNS.

Dua guru besar tersebut yaitu Profesor Doddy Setiawan, SE, MSi, PhD, Akt dan Profesor Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K).

Pengukuhan keduanya akan dilakukan pada Selasa (8/9/2020) secara daring.

Dalam sidang pengukuhan guru besar tersebut, Doddy Setiawan yang bakal menjadi Guru Besar ke-15 FEB dan ke-220 UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul “Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen”.

Meringkas pidatonya, Doddy menjelaskan bahwa pengumuman mengenai pembagian dividen merupakan pengumuman yang sangat dinanti oleh para investor.

Pasalnya, pada peristiwa ini perusahaan akan membagikan sebagian dari laba perusahaan sebagai dividen kepada pemilik saham.

“Pembayaran dividen merupakan suatu kabar yang sangat dinantikan oleh para investor. Pentingnya peristiwa tersebut terlihat dari banyaknya perhatian yang diberikan oleh media online,” terang Doddy dalam keterangan pers, Senin (7/9/2020).

Sementara itu, Adi Prayitno yang merupakan guru besar ke-45 di FK dan ke-224 di UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul “Kelainan Organ Rongga Mulut Merupakan Cermin Kelainan Organ Tubuh Lainnya”.

Adi mengatakan, saat ini kesehatan gigi dan mulut telah masuk dalam program survei lima tahunan yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai tahun 2018.

Artinya, Kesehatan gigi dan mulut harus dipakai sebagai dasar pengembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko, dan upaya pengembangan pembangunan kesehatan.

“Perlu dicatat bahwa masalah kerusakan gigi pada orang Indonesia cukup tinggi. Menurut standar internasional kerusakan gigi tercatat sebanyak 2-3 gigi per orang [umumnya gigi gerahah rahang bawah], sedangkan rerata kerusakan gigi orang Indonesia tercatat sebanyak 4-5 gigi,” ujarnya.

Adi menambahkan, kebersihan gigi dan mulut itu sangat penting dalam rangka menggambarkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain menyikat gigi, dianjurkan pula untuk menggunakan obat kumur yang disarankan menggunakan bahan-bahan alami atau herbal.

“Bahan herbal akan lebih efisien, alami dan adaptif. Daun sirsak misalnya, telah diteliti banyak mengandung molekul-molekul yang dapat membersihkan [saponin], membunuh mikroorganisme penyebab penyakit, antiradang dan antitumor serta memicu homeostasis. Demikian pula daun jarak pagar yang telah dibuktikan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru besar uns
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top