Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Coca-Cola Tawarkan PHK Sukarela ke 4.000 Karyawan

Pengurangan tenaga kerja menjadi salah satu solusi bagi Coca-Cola Co untuk menghadapi banyaknya tekanan bisnis saat ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  20:03 WIB
Coca Cola - Istimewa
Coca Cola - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Coca-Cola Co. berencana menawarkan kebijakan pengunduran diri atau pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela kepada hampir 40 persen tenaga kerjanya di Amerika Utara.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (28/8/2020), langkah tersebut dilakukan oleh Coca-Cola untuk memangkas pengeluaran di tengah seretnya bisnis minuman ringan.

Dalam pernyataan resminya,a sekitar 4.000 pekerja di wilayah tersebut akan ditawarkan paket dengan tunjangan jika mereka setuju untuk mengundurkan diri secara sukarela.

Perseroan mengatakan, program serupa akan dilakukan di negara lain dan juga akan ada sejumlah PHK yang belum dapat disebutkan jumlahnya dalam waktu dekat.

Korporasi yang berbasis di Atlanta ini mengurangi stafnya di tengah tantangan berkelanjutan bagi perusahaan yang menjual minuman manis. Pasalnya, saat ini terus berkembang tren di konsumenyang ingin mengurangi konsumsi kalori.

Penjualan minuman dalam kemasan juga menghadapi rintangan baru di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman lingkungan dari botol atau kemasan berbahan plastik.

Di sisi lain, Coca-Cola juga dihadapkan tantangan penurunan volume penjualan langsung, lantaran stadion, tempat makan dan restoran masih akan ditutup untuk pengunjung atau penonton.

Coca-Cola, yang memiliki sekitar 86.000 karyawan di seluruh dunia pada akhir tahun lalu, juga mengatakan berencana untuk mengatur ulang bisnisnya.

Perusahaan akan mengurangi jumlah unit usahanyanya menjadi 9 buah dari saat ini yang mencapai 17 buah.

Adapun, perusahaan besar di berbagai sektor telah mengumumkan PHK terhadap puluhan ribu pekerja dalam beberapa pekan terakhir di Amerika Utara. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu pennyebab terbesar aksi PHK tersebut.

Chief Executive Officer Coca-Cola James Quincey mengatakan pada bulan lalu, bahwa dia memperkirakan ekonomi global akan membutuhkan dua atau tiga tahun untuk pulih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk coca cola covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top