Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Epic Games Kalah Lawan Apple di Pengadilan, Tapi...

Apple tidak diharuskan memulihkan gim Fortnite di App Store, namun diharuskan mengijinkan penggunaan Unreal Engine oleh pengembang lain.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  13:28 WIB
Tampilan gim battle royale Fortnite milik Epic Games - Bloomberg
Tampilan gim battle royale Fortnite milik Epic Games - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang gim battle royale Fortnite, Epic Games Inc,. kalah dalam gugatan melawan Apple Inc. atas kebijakan yang mengekang dan tidak adil bagi para pengembang aplikasi App Store.

Dilansir dari Bloomberg, Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers pada Senin malam (24/8/2020) tidak mengabulkan permintaan Epic Games untuk dapat memasang kembali aplikasi gim populernya tersebut di App Store.

Namun, Hakim masih mengabulkan permintaan perusahaan agar Apple tidak membatasi Epic Games untuk menyediakan teknologi grafis utamanya, Unreal Engine, untuk digunakan pada aplikasi lain.

Keputusan ini muncul saat Apple menghadapi reaksi keras dari beberapa pengembang aplikasi yang mengatakan biaya App Store standarnya sebesar 30 persen dan kebijakan lainnya tidak adil. Mereka menuduh kebijakan tersebut hanya menguntungkan pihak Apple.

Ketegangan ini memuncak pada 13 Agustus ketika Epic Games memberi tahu pelanggan bahwa mereka akan mulai menawarkan paket diskon pembelian langsung untuk item di Fortnite. Apple kemudian menghapus aplikasi Fortnite di App Store dan  memutus akses lebih dari satu miliar pelanggan iPhone dan iPad.

Baik Apple dan Epic Games belum memberikan komentar mengenai putusan tersebut.

Hakim Rogers memperingatkan bahwa putusan ini tidak akan menentukan hasil akhir dari litigasi. Dia menetapkan sidang lanjutan pada 28 September untuk menetapkan putusan lanjutan atas permintaan Epic.

“Epic melanggar perjanjiannya dengan Apple dengan mencoba menghasilkan uang dari pembelian Fortnite sambil mengakses platform Apple secara gratis, tetapi tidak melanggar kontrak apa pun yang terkait dengan Unreal Engine dan alat pengembang,” putus Rogers, seperti dikutip Bloomberg.

“Rogers mengatakan tindakan Apple membatasi Unreal Engine merugikan pengembang pihak ketiga yang menggunakan platform teknologi Epic tersebut.

"Epic Games dan Apple bebas untuk menuntut satu sama lain, tetapi perselisihan mereka seharusnya tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain," tulisnya.

Unreal Engine adalah rangkaian perangkat lunak yang digunakan oleh pengembang untuk membuat aplikasi seperti gim 3D dan produk lainnya.

“Dengan memblokir Epic Games untuk menggunakan alat pengembang iOS dan Mac, perusahaan gim ini tidak dapat lagi mendistribusikan Unreal Engine ke pengembang lain,” tulis Epic dalam dalam pengajuan gugatan pada Minggu (23/8/2020).

Sementara itu, Microsoft Corp., yang menggunakan teknologi Unreal Engine untuk gim yang dikembangkan di konsol Xbox, PC, dan perangkat seluler, mendukung Epic di pengadilan.

Apple telah mengatakan bahwa CEO Epic Tim Sweeney mencari kesepakatan "sampingan" dan mencari etalase eksklusif untuk Fortnite. Penurut para eksekutif Apple, langkah ini akan secara fundamental mengubah cara kerja App Store.

Sweeney menyatakan bahwa dia tidak meminta perlakuan khusus tetapi menuntut agar Apple menyediakan opsi yang sama untuk semua pengembang.

Dari 2,2 juta aplikasi yang tersedia di App Store, biaya 30 persen ditagih ke lebih dari 350.000 aplikasi. Apple mengurangi biaya menjadi 15 persen setelah konsumen menggunakan langganan selama lebih dari setahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apple inc epic games
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top