Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KSAD Andika Perkasa Sebut 21 Prajurit TNI Meninggal karena Covid-19

TNI AD memiliki 68 rumah sakit yang tersebar di seluruh provinsi. Dari jumlah itu, hanya enam rumah sakit yang memiliki laboratorium PCR.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  11:00 WIB
Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan sambutannya sebelum menerima hasil uji klinis tahap tiga obat baru untuk penanganan pasien COVID-19 di Jakarta, Sabtu (15/8 - 2020). Universitas Airlangga bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri menyelesaikan penelitian obat baru untuk pasien COVID/19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit, b
Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan sambutannya sebelum menerima hasil uji klinis tahap tiga obat baru untuk penanganan pasien COVID-19 di Jakarta, Sabtu (15/8 - 2020). Universitas Airlangga bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri menyelesaikan penelitian obat baru untuk pasien COVID/19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit, b

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa membeberkan sudah ada 21 prajuritnya yang meninggal dunia akibat terinfeksi Virus Corona hingga hari ini, Senin (24/8/2020).

Hal itu dibocorkan Andika saat memberi kata sambutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-42 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada Senin (24/8/2020).

“Dan per hari ini, kita ada 900-an personel yang tersebar di seluruh Indonesia, PNS dan prajurit itu yang positif Covid-19 jadi kita memerlukan usaha-usaha ekstra dibandingkan hanya tergantung dari sebuah rencana,” kata Andika.

Contohnya, TNI AD memiliki 68 rumah sakit yang tersebar di seluruh provinsi. Dari jumlah itu, hanya enam rumah sakit yang memiliki laboratorium PCR.

“Padahal, seluruh rumah sakit kami itu bukannya tidak merawat pasien Covid-19 dan pasien yang dirawat bukan hanya prajurit dan PNS, teorinya rujukan pasien Covid-19 itu sudah ditentukan di tiap daerah provinsi atau kabupaten,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya masih mengalami kesulitan untuk meningkatkan kapasitas deteksi Covid-19 dengan terbatasnya ketersediaan laboratorium PCR.

“Laboratorium kami yang kedua itu pinjaman dari BPPT, bayangin di saat kami struggling di awal pertengahan Maret itu kami mendapat pinjaman PCR dari BPPT,” tuturnya.

Sebelumnya, Andika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol. Gatot Pramono diandalkan untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono, mengatakan penunjukan Andika Perkasa dan Gatot Pramono sebagai wakil ketua pelaksana Komite Kebijakan dimaksudkan untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Dini Purwono, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (16/8/2020), mengatakan penanganan bencana nonalam yaitu pandemi Covid-19 yang meluas di seluruh Indonesia harus dilakukan secara bersama melibatkan seluruh unsur, termasuk TNI dan Kepolisian Republik Indonesia.

Dini menegaskan keterlibatan TNI dan Kepolisian Indonesia dalam komite itu tidak akan mengurusi soal ekonomi dan penegakan hukum, tapi akan fokus pada upaya penertiban.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ksad Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top