Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tito Karnavian Sebut Wabah Covid-19 Bisa Melemah dengan Sendiri

Hal itu, kata Mendagri Tito Karnavian, menjadi satu dari tiga skenario yang terjadi dalam upaya menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  16:35 WIB
Mendagri Tito Karnavian - Antara/Boyke Ledy Watra
Mendagri Tito Karnavian - Antara/Boyke Ledy Watra

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa setidaknya diperlukan tiga skenario untuk menghadapi pandemi Covid-19. Ketiganya yaitu penemuan vaksin, kekebalan kelompok dan skenario virus melemah dengan sendirinya.

Setelah pandemi ini meluas, sejumlah negara melakukan pengembangan vaksin. Namun produksi tersebut diperkirakan baru dapat diproduksi massal pada 2021.

Selain itu, herd immunity atau kekebalan kelompok merupakan proses penularan virus pada dua per tiga dari jumlah populasi agar mendapatkan kekebalan alami.

Skenario kedua ini diyakini akan memakan banyak korban. Pasalnya, orang dengan daya tahan tubuh akan bertahan, sementara bila lemah akan sakit atau bahkan meninggal dunia.

“Demikian juga kita melihat bahwa herd immunity tidak kita inginkan skenario itu. Maka skenario yang terakhir adalah virusnya melemah sendiri,” katanya saat webinar nasional terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, yang ditayangkan akun Youtube resmi, DPP Taruna Merah Putih, dikutip Senin (10/9/2020).

“Kita percaya bahwa virus ini adalah berasal dari Tuhan dan hanya Tuhan juga yang bisa menyelesaikannya, dan ini pernah terjadi,” tuturnya.

Melemahnya virus lanjutnya pernah terjadi dalam kasus spanish flu atau yang kini dikenal sebagai influenza. Saat itu virus tersebut meluas di Eropa dan Amerika pada 1917 - 1920. Sedikitnya 50 juta jiwa diperkirakan menjadi korban.

Lebih lanjut, influenza saat itu sempat membutuhkan herd immunity untuk menghentikan perluasan. Namun perlahan virus tersebut melemah dan hingga kini dianggap sebagai flu biasa oleh masyarakat.

Dia menilai dalam sejarah dunia, tidak ada pandemi sebesar Covid-19. Pasalnya virus ini telah menginfeksi 216 negara dalam kurun waktu empat hingga lima bulan.

“Ini adalah pandemi terluas dalam sejarah umat manusia. Kita adalah saksi-saksi sejarahnya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendagri Virus Corona Tito Karnavian covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top