Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usut Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Polisi Periksa 29 Saksi

Polisi memeriksa 29 saksi terkait kasus pembunuhan editor Metro TV yang merupakan orang-orang terdekat korban, orang yang ada di sekitar lokasi kejadian, termasuk kekasih korban.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  18:43 WIB
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir To JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). - Antara
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir To JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah saksi yang diperiksa oleh im penyidik gabungan Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya dan Polsek Pesanggrahan untuk mendalami kasus pembunuhan editor Metro TV Yodi Prabowo terus bertambah. Saat ini, jumlahnya telah mencapai 29 saksi yang diperiksa.

"Total sudah ada 29 orang saksi yang sudah diperiksa, kemarin kan ada 27 saksi, jadi ada tambahan dua orang saksi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2020).

Irwan mengatakan para saksi tersebut adalah orang-orang terdekat korban, orang yang ada di sekitar lokasi kejadian, serta rekan kerja korban, termasuk kekasih korban.

"Dari keterangan 29 saksi tentunya kita masih melakukan penambahan lagi ke depan, kemungkinan nanti Senin lanjut hari Selasa kita lakukan pemanggilan," kata Irwan.

Salah satu dari 29 saksi yang diperiksa adalah kekasih Yodi Prabowo, yakni Suci Fitri Rohman. Namun, polisi mendapati kekasih korban kurang terbuka dalam memberikan keterangan kepada pihak penyidik.

"Pacar korban tidak terlalu terbuka dari kami, sehingga perlu keterangan juga," kata Irwan.

Menurut Irwan, ada beberapa keterangan dari kekasih korban yang tidak cocok atau tidak sesuai dengan keterangan lainnya ataupun barang bukti yang ditemukan.

"Ada beberapa hal yang sifatnya yang mungkin bohong, tapi kami masih mencocokkan dengan beberapa bukti. Kami menilai itu bukan ada kejanggalan, tidak keterangan tidak sesuai, adanya beberapa keterangan, kita mengerucut ke pelaku, ada hal-hal sifatnya dari pihak saksi-saksi atau kerabat dari korban tidak bersesuaian," kata Irwan.

Hingga hari ketujuh sejak ditemukannya jasad korban pada Jumat (10/6/2020) tim penyidik masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan keterangan serta data-data yang diperoleh baik dari saksi ataupun barang bukti.

Data terakhir, tim penyidik dari Polda Metro Jaya menemukan barang bukti berupa rambut di lokasi sekitar jasad korban ditemukan.

Tim sedang menyelidiki apakah rambut tersebut milik korban atau pelaku, atau bisa juga rambut dari penyidik sendiri.

Sementara itu, saat ini tim penyidik masih menunggu hasil forensik Puslabfor dari barang-barang korban yang ditemukan atau dikumpulkan di lokasi kejadian, termasuk data sidik jari.

"Yang kita tunggu adalah barang-barang korban, apakah ada jejak dari pelaku yang melekat terhadap barang yang sekarang dilakukan uji secara forensik di laboratorium, itu yang sedang kami tunggu makanya kami tetap terus bekerja tidak berhenti hingga kita bisa menyimpulkan pada akhirnya," kata Irawan.

Editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORRR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (10/7/2020) setelah dinyatakan hilang oleh keluarga pada Selasa (7/7/2020).

Pihak kepolisian juga mengungkapkan hasil autopsi terhadap korban dan menyatakan bahwa luka tusukan benda tajam di bagian leher sebagai penyebab utama kematian Yodi. Tidak jauh dari lokasi tempat jasad korban ditemukan, petugas juga menemukan sebilah pisau dapur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembunuhan metro tv Yodi Prabowo

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top