Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gedung Putih: Paket Stimulus Lanjutan Disahkan pada Bulan Juli

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Kongres juga akan menyetujui stimulus lain pada bulan Juli.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  16:05 WIB
Ivanka Trump dan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin - Reuters
Ivanka Trump dan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat tengah membahas paket stimulus lanjutan dengan anggota parlemen sebagai salah satu upaya terbaru untuk menghidupkan kembali ekonomi perekonmian di tengah pandemi virus Corona.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan paket stimulus tersebut kemungkinan besar akan disahkan pada bulan Juli 2020.

"Itu adalah sesuatu yang kami pertimbangkan dengan sangat serius," kata Mnuchin Selasa dalam acara virtual Bloomberg Invest Global.

Pada kesempatan yang sama, Mnuchin memperkirakan resesi ekonomi yang dipicu oleh pandemi virus Corona akan berakhir pada akhir tahun ini.

Trump mengatakan dia tengah mempertimbangkan paket stimulus lanjutan untuk penyelamatan ekonomi yang diperkirakan dirilis dalam beberapa pekan ke depan. Mnuchin mengatakan Kongres juga akan menyetujui stimulus lain pada bulan Juli.

Pemerintahan Trump secara pribadi telah membahas stimulus senilai US$1 triliun untuk merangsang pertumbuhan lapangan kerja setelah pandemi Covid-19.

Mnuchin menegaskan kembali bahwa dia dan presiden tidak berencana menutup ekonomi untuk kedua kalinya jika kasus virus Corona kembali melonjak.

Dia mencatat bahwa pada bulan Maret ketika bisnis diperintahkan untuk tutup, banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien dan kesulitan mendapat akses ventilator.

"Saat ini kita dalam situasi yang berbeda. Penutupan pada bulan Maret dan April membuat lebih dari 40 juta orang kehilangan pekerjaan,” kata Mnuchin.

Sebelumnya, Mnuchin bertemu dengan senator Partai Republik yang sedang mempertimbangkan apakah langkah stimulus berikutnya akan mencakup bantuan langsung tunai ke rumah tangga.

Pertemuan dengan Senator 

"Kami ingin meggunakan waktu sebaik mungkin dan memastikan kami mengambil keputusan yang bijaksana. Apa pun yang kami lakukan akan lebih fokus pada tenaga kerja dan mengembalikan pekerjaan," kata Mnuchin setelah bertemu dengan anggota parlemen.

Beberapa senator Republik berdiri dalam pertemuan itu dan mendesak Mnuchin untuk berhati-hati dalam meningkatkan pengeluaran defisit dan mempersempit cakupan bantuan.

Adapun, perdebatan saat ini adalah apakah individu berpenghasilan rendah dan menengah juga akan mendapat bantuan dalam putaran stimulus lanjutan ini. Trump mengisyaratkan persetujuan untuk gagasan itu, tetapi anggota Partai Republik di Kongres memiliki pendapat yang berbeda.

Dalam paket stimulus yang disahkan Maret lalu, parlemen memasukkan bantuan langsung senilai US$1.200 kepada individu berpenghasilan kurang dari US$75.000 dan US$500 untuk anak-anak mereka.

Hingga saat ini, Senat belum memulai negosiasi serius untuk membahas RUU stimulus lain, tetapi pembicaraan itu diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Juli.

Trump menandatangani stimulus senilai US$2,2 triliun pada akhir Maret yang menyediakan dukungan penggajian untuk usaha kecil senilai total US$660 miliar, bantuan tunai senilai US$1.200 per keluarga, dan peningkatan tunjangan pengangguran untuk jutaan orang yang kehilangan pekerjaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat stimulus Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top