Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepakat! China Tingkatkan Pembelian Produk Pertanian AS

China berkomitmen untuk membeli semua produk pertanian AS, mulai dari kacang kedelai, jagung, hingga ethanol, setelah sempat terdisrupsi akibat pandemi Covid-19.
Amanda Kusumawardhani & Renat Sofie
Amanda Kusumawardhani & Renat Sofie - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  17:07 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping saat bertemu di KTT G20 di Hamburg, Jerman, pada 8 Juli 2017. - Reuters/Saul Loeb
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping saat bertemu di KTT G20 di Hamburg, Jerman, pada 8 Juli 2017. - Reuters/Saul Loeb

Bisnis.com, JAKARTA – China dikabarkan berencana meningkatkan pembelian produk-produk pertanian Amerika Serikat demi mematuhi perjanjian perdagangan fase satu. Rencana itu dibuat setelah kedua belah pihak bertemu di Hawaii pekan ini.

Menurut sumber terkait, negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut bermaksud meningkatkan pembelian produk-produk mulai dari kedelai hingga jagung setelah jumlah pembelian menurun karena dampak pandemi virus Corona (Covid-19).

Seorang sumber mengatakan pemerintah China telah meminta pembeli di Negeri Tirai Bambu untuk melakukan segala upaya guna memenuhi perjanjian fase satu.

Kabar ini seakan menjadi penawar dahaga bagi pasar yang mengkhawatirkan gangguan perdagangan setelah dua negara berekonomi terbesar di dunia ini berselisih dalam banyak hal mulai dari Covid-19 hingga undang-undang keamanan baru di Hong Kong.

Pada Kamis (18/6/2020), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pejabat kebijakan luar negeri China berkomitmen untuk menghormati semua komitmen negaranya berdasarkan kesepakatan perdagangan itu.

“Selama pertemuan saya dengan Anggota Politbiro PKC Yang Jiechi, dia berkomitmen untuk menyelesaikan dan menghormati semua kewajiban dalam perjanjian perdagangan fase satu antara kedua negara kami,” tutur Pompeo melalui akun Twitter, seperti dikutip dari Bloomberg.

Pompeo tidak menyampaikan perincian di luar cuitannya itu, tetapi hal ini menjadi berita substantif pertama dari pertemuan rahasia yang digelar dengan Yang di Pangkalan Angkatan Udara Hickam, Hawaii, pada Rabu (17/6/2020).

China berjanji membeli produk-produk pertanian Amerika senilai US$36,5 miliar di bawah kesepakatan fase satu, lebih besar dari US$24 miliar pada 2017, sebelum perang perdagangan.

Namun, sepanjang empat bulan pertama tahun ini, China hanya membeli produk senilai US$4,65 miliar, menurut data Departemen Pertanian AS (USDA).

Nilai tersebut hanya 13 persen dari target yang ditetapkan dalam kesepakatan perdagangan dan hampir 40 persen di bawah nilai yang tercatat pada periode yang sama tahun 2017.

Awal bulan ini, Bloomberg News melaporkan China telah meminta para pembeli di negaranya untuk menghentikan beberapa pembelian produk pertanian Amerika termasuk kedelai.

Namun, importir China terus meningkatkan pembelian kedelai Amerika, dengan mengambil 2,2 juta metrik ton minyak sayur dalam dua pekan yang berakhir 11 Juni, menurut data USDA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat produk pertanian

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top