Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Hantam Industri Penerbangan, Singapura Tunda Perluasan Bandara Changi

Singapura akan menunda pembangunan terminal baru di Bandara Changi setidaknya hingga dua tahun mendatang setelah pandemi Covid-19 menghantam industri penerbangan di negara ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  17:55 WIB
Pengunjung mengelilingi Rain Vortex di tengah-tengah Terminal Jewel di Bandara Internasional Changi, Singapura, Kamis (11/4/2019). - Bloomberg/Wei Leng Tay\n
Pengunjung mengelilingi Rain Vortex di tengah-tengah Terminal Jewel di Bandara Internasional Changi, Singapura, Kamis (11/4/2019). - Bloomberg/Wei Leng Tay\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Singapura akan menunda pembangunan terminal baru di Bandara Changi setidaknya hingga dua tahun mendatang setelah pandemi Covid-19 menghantam industri penerbangan di negara ini.

Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengatakan gedung di terminal 5 akan ditunda pembangunannya hingga studinya selesai.

Pemerintah Singapura sendiri sebenarnya sudah mengundang para kontraktor untuk mengikuti tender pada Oktober lalu, dengan target penyelesaian pembangunan pada 2030.

“Saya cukup yakin industri penerbangan akan pulih, tapi seberapa cepat itu akan pulih masih menjadi pertanyaan besar. Kami berpikir tidak akan mendapatkan jawabannya sangat cepat dalam waktu beberapa bulan. Mungkin itu [pemulihan] akan butuh beberapa tahun ke depan,” jelasnya, dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/5/2020).

Maskapai penerbangan telah mengurangi kapasitasnya akibat pandemi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 436.000 orang meninggal. Singapore Airlines Ltd., maskapai penerbangan terbesar di Singapura, menyatakan dibutuhkan waktu antara 12-18 bulan hingga kapasitas berada di level pra-Covid-19.

Seperti diketahui, Singapura tengah membangun runway ketiga dan terminal 5 yang luasnya sama dengan tiga terminal lainnya jika digabung, guna memenuhi tingginya permintaan. Sebelum pandemi melanda, International Air Transport Association memperkirakan penerbangan di Asia Pasifik bakal mengalami peningkatan dua kali lipat dalam waktu dua dekade mendatang.

Terminal 4 di Bandara Changi saat ini ditutup sementara waktu dari 16 Mei lalu akibat penurunan drastis penumpang pesawat terbang. Hanya dalam waktu empat bulan pada 2020, jumlah penumpang di bandara ini terpangkas menjadi 11,1 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura bandara changi covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top