Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjelasan Komisioner KPU Mengenai Data Kependudukan Dibobol Hacker

Akun Twitter @underthebreach mengunggah tangkapan layar daftar pemilih tetap dan menyebutkan bocornya data kependudukan yang dikelola KPU.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  14:38 WIB
Warga mengenakan kostum
Warga mengenakan kostum "superhero" atau pahlawan super karakter Spiderman dan Thor saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019 di TPS 10 Banjar Ubung Sempidi, Mengwi, Badung, Bali, Rabu (17/4/2019). - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum menyebutkan pihaknya tengah menelusuri klaim pembobolan data pemilih yang dikelola oleh pihaknya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengatakan pihaknya tengah memeriksa peretasan data pemilih yang disebut bersumber dari KPU. Info ini menjadi pembicaraan publik setelah akun Twitter @underthebreach mengunggah tangkapan layar daftar pemilih tetap.

Viryan mengatakan berdasarkan foto yang ada di Twitter, data itu merupakan softfile DPT Pemilu 2014. Data sesuai regulasi memang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan publik.

"Bersifat terbuka," kata Viryan, seperti dilansir Tempo, Jumat, (22/5/2020).

Menurut akun itu, peretas mengambil data dari situs KPU pada 2013. Adapun data DPT 2014 yang mereka ambil berupa file berformat PDF. Peretas mengklaim memiliki 2,3 juta data kependudukan.

Dari gambar yang diunggah, data berisi kolom nama lengkap, nomor kartu keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, dan Informasi pribadi lainnya. Gambar yang diunggah di Twitter, kata Viryan, metadatanya tertanggal 15 November 2013.

Selain itu, jumlah DPT Pemilu 2014 sebanyak 190 juta atau lebih sedikit dibanding klaim @underthebreach yang mengatakan jika peretas memiliki 200 juta data penduduk Indonesia.

"KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita itu lebih lanjut, melakukan cek kondisi intenal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpu pemilu hacker peretas

Sumber : Tempo

Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top