Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ICW: KPK Tak Pernah Serius dan Tak Berniat Usut Tuntas Kasus Suap Harun Masiku

Menurut dia, sidang perkara suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut sudah berlangsung, tapi penyuapnya, Harun Masiku, masih buron.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2020  |  08:59 WIB
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (tengah). - Antara
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (tengah). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti ICW (Indonesian Corruption Watch) Kurnia Ramadhana mengatakan pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak pernah serius dan tidak berniat mengusut tuntas kasus suap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Harun Masiku.

Menurut dia, sidang perkara suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut sudah berlangsung, tapi penyuapnya, Harun Masiku, masih buron.

Hari ini, Senin (27/4/2020), sedianya digelar sidang lanjutan terdakwa Saeful Bahri

"Sejak awal memang Pimpinan KPK tidak pernah serius dan tidak punya niatan mengusut tuntas perkara ini," kata Kurnia, Minggu (26/4/2020).

 Dia menuturkan bahwa sejak KPK melancarkan operasi tangkap tangan pada 8 Januari 2020 hingga saat ini Harun Masiku tak kunjung tertangkap.

Maka, dia melihat KPK di era kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri tidak berorientasi pada penindakan.

Kurnia mengungkapkan keterangan Harun di persidangan sangat berharga, karena bisa menajwab dua pertanyaan penting, yakni adakah penghubung Harun Masiku dengan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan apakah uang suap milik Harun atau sponsor.

Saeful Bahri dan Harun Masiku menyuap Wahyu Rp 600 juta agar membantu Harun duduk di DPR menggantikan rekan sesama kader PDIP di Sumsel, Riezky Aprilia.

Suap terjadi setelah Riezky menolak tawaran uang ganti suara Pemilu 2019 sebesar Rp 2,2 miliar dari Saeful Bahri di Singapura.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip icw

Sumber : Tmpo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top