Permusuhan AS dan Iran Makin Parah

Ancaman yang dilontarkan oleh Iran hanya akan mengisolasi lebih jauh negara tersebut, demikian utusan AS untuk Iran pada Jumat (17/1/2020), setelah pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei menyebut perlawanan mereka dapat dilakukan di luar perbatasan Iran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Januari 2020  |  14:31 WIB
Permusuhan AS dan Iran Makin Parah
Amerika Serikat mengirimkan pesawat pengebom yang mampu membawa senjata nuklir, B-52, ke kawasan Teluk untuk mengatasi ancaman yang disebutkan dari Iran terhadap militer AS di kawasan Timur Tengah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ancaman yang dilontarkan oleh Iran hanya akan mengisolasi lebih jauh negara tersebut, demikian utusan AS untuk Iran pada Jumat (17/1/2020), setelah pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei menyebut perlawanan mereka dapat dilakukan di luar perbatasan Iran.

"Selama rezim mengancam dunia, pihaknya akan semakin terisolasi," kata Brian Hook, utusan khusus AS untuk Iran, kepada wartawan.

"Sampai Iran berperilaku seperti negara normal, isolasi terhadapnya hanya akan semakin parah," katanya.

Dalam khotbah Jumat pertama selama kurun delapan tahun, Khamenei mengatakan di hadapan para jamaah yang meneriakkan "Matilah Amerika" bahwa Pengawal Revolusi dapat bertempur di luar perbatasan Iran pascakematian jenderal besar Iran.

Presiden Donald Trump pada 2018 menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir antara Iran dan negara besar dunia, dengan dalih perjanjian itu terlalu rapuh dan bahwa sanksi baru akan memaksa Iran menerima persyaratan yang lebih ketat.

Permusuhan kedua negara semakin parah pada Januari ini setelah Amerika Serikat menewaskan komandan militer paling berpengaruh Iran dalam serangan pesawat nirawak di Irak dan serangan roket oleh Iran terhadap target AS di Irak, sebagai aksi balasan atas kematian sang jenderal.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top