Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dewan Pengawas KPK : Presiden Jokowi Sudah Punya Nama, Tapi Masih Rahasia

Meski sudah mengantongi nama Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Presiden Jokowi mengaku belum berniat untuk mengumumkan kepada publik.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  11:46 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Setkab
Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Setkab

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyebut sudah mengantongi nama yang akan mengisi jabatan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sudah, tapi belum [diumumkan],” katanya seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Meski sudah mengantongi nama Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Presiden Jokowi mengaku belum berniat untuk mengumumkan kepada publik.

Sebelumnya, Jokowi mengaku menerima banyak masukan terkait dengan kapabillitas para calon Dewas KPK.

Dia menambahkan penunjukan Dewas KPK harus mempertimbangkan rekam jejak dan integritas yang baik, pengalaman di bidang hukum pidana, dan audit pemeriksaan untuk pengelolaan keuangan.

“Ya itu, ini masih proses berjalan. Kita masih [pelantikan] tanggal 20-an [Desember] kan,” jelasnya.

Berdasarkan Pasal 69A Undang-undang No. 19 Tahun 2019 tentang KPK, ketua dan anggota Dewas KPK untuk pertama kalinya ditunjuk dan diangkat oleh Presiden.

Rencananya, pelantikan Dewas KPK itu akan dilakukan bersamaan dengan pengambilan sumpah Komisioner KPK yang baru yaitu Desember 2019.

Dalam undang-undang terbaru menyangkut revisi kedua UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK itu, pasal 37A mengatur pembentukan Dewan Pengawas yang berjumlah lima orang, terdiri dari ketua dan empat wakil ketua dimana semuanya merangkap anggota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi KPK revisi uu kpk
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top