Jabatannya Terancam, Netanyahu Didakwa Kasus Korupsi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu didakwa atas berbagai tuduhan korupsi yang berpotensi mengakhiri karier politiknya yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 November 2019  |  07:33 WIB
Jabatannya Terancam, Netanyahu Didakwa Kasus Korupsi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu - REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu didakwa atas berbagai tuduhan korupsi yang berpotensi mengakhiri karier politiknya yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Jaksa Agung Avichai Mandelblit "memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena pelanggaran menerima suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan," menurut pernyataan Kementerian Kehakiman seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (22/11/2019).

Netanyahu, yang menyangkal keras semua tuduhan itu, menjadi perdana menteri Israel pertama yang didakwa saat menjabat.

Sebagai pemimpin partai sayap kanan, Netanyahu dijuluki "Tuan Keamanan "dan" Raja Bibi" dan telah berkuasa sejak 2009.  Dia adalah perdana menteri terlama Israel dan mendominasi panggung politik negara itu. 

Dakwaan tersebut muncul ketika Israel menghadapi kemungkinan pemilihan umum ketiga dalam setahun. Alasannya karena Netanyahu maupun saingan utamanya tidak dapat membentuk pemerintahan setelah dua pemilihan yang menemui jalan buntu.

Netanyahu tidak diwajibkan secara hukum untuk mengundurkan diri sampai dia dinyatakan bersalah dan semua banding habis, tetapi tekanan politik kemungkinan akan meningkat.

Sekutu dekat Presiden AS Donald Trump berusia 70 tahun itu sekarang dapat meminta parlemen Israel, atau Knesset, untuk memberinya kekebalan dari penuntutan.

Tuduhan terhadapnya berkisar dari menerima hadiah bernilai ribuan dolar hingga kesepakatan untuk mengubah kerangka peraturan yang menguntungkan kelompok media dengan imbalan liputan positif.

Mandelblit mengatakan merupakan "hari yang sulit dan menyedihkan" bagi Israel untuk menuntut seorang pemimpin tetapi harus dilakukan dan "penting" untuk menunjukkan Israel harus menegakkan hukum.

Keputusan itu diambil dengan "hati yang berat, tetapi juga dengan sepenuh hati," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
israel, netanyahu

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top