Polisi Hong Kong Ancam Gunakan Peluru Tajam

Polisi Hong Kong untuk pertama kalinya mengancam akan menggunakan peluru tajam setelah pengunjuk rasa anti-pemerintah menembakkan anak panah dan melemparkan bom molotov ke petugas di sebuah universitas yang telah mereka kuasai menyusul meningkatnya intensitas kerusuhan di kota itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 November 2019  |  06:18 WIB
Polisi Hong Kong Ancam Gunakan Peluru Tajam
Pengunjuk rasa menguasai jembatan yang menjadi penghubung dengan kampus Chinese University di Hong Kong, China, Rabu (13/11/2019). - Reuters/Thomas Peter

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi Hong Kong untuk pertama kalinya mengancam akan menggunakan peluru tajam setelah pengunjuk rasa anti-pemerintah menembakkan anak panah dan melemparkan bom molotov ke petugas di sebuah universitas yang telah mereka kuasai menyusul meningkatnya intensitas kerusuhan di kota itu.

Aksi protes di pusat keuangan global tersebut bermula sejak Juni akibat ketakutan kebebasan merea akan dbatasi oleh Pemerintah China. Banyak warga kota berpenduduk 7,5 juta orang itu melampiaskan kemarahan dengan berbagai cara termasuk mengganggu sistem transportasi.

China telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka tidak akan mentolerir perbedaan pendapat. Bahkan, ada kekhawatiran Beijing akan mengirim pasukan untuk mengakhiri kerusuhan yang semakin meningkat.

Dalam satu bentrokan yang hebat seorang petugas polisi terkena panah di kakinya dan para pengunjuk rasa diserbu dengan gas air mata. Para pelaku aksi pun melemparkan bom molotov saat malam tiba sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (18/11/2019).

Bentrokan meluas di Kowloon, dengan pusat bentrokan di sekitar Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU). Sejumlah demonstran menantang akan membakar kampus untuk mencegah polisi melakukan serangan yang mengancam mereka.

Mereka berjongkok di bawah payung untuk menghindari tembakan dari meriam air dan melemparkan bom molotov ke kendaraan polisi lapis baja. Sebuah kendaraan lapis baja terbakar di jalan layang di dekat kampus.

Polisi menyatakan pelaku kerusuhan di kampus terancam hukuman sepuluh tahun. Polisi kemudian memblokir pintu keluar dan juru bicara polisi, Louis Lau mengeluarkan peringatan keras dalam siaran langsung Facebook.

"Saya dengan ini memperingatkan para perusuh untuk tidak menggunakan bom bensin, panah, atau senjata mematikan apa pun untuk menyerang petugas polisi," katanya.

"Jika mereka melanjutkan tindakan berbahaya seperti itu, kita tidak akan punya pilihan selain menggunakan kekuatan minimum yang diperlukan, termasuk menggunakan peluru tajam untuk membalas," ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polisi, hong kong, demo Hong Kong

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top