Presiden Ukraina Sebut Trump Tidak Memerasnya terkait Joe Biden

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak berusaha memerasnya selama panggilan telepon pada Juli atau pertemuan pada September lalu.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  20:47 WIB
Presiden Ukraina Sebut Trump Tidak Memerasnya terkait Joe Biden
Pelawak Volodymyr Zelenskiy - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak berusaha memerasnya selama panggilan telepon pada Juli atau pertemuan pada September lalu.

Pernyataannya tersebut merujuk pada tuduhan yang menyebutkan Trump menekannya dengan dana bantuan militer untuk menyelidiki Joe Biden, rival utama Trump dalam pemilihan presiden AS 2020.

Tuduhan itu telah memicu Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk mengajukan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump.

Adapun Trump telah membuat tuduhan, tanpa bukti, bahwa Biden terlibat dalam transaksi yang tidak patut di Ukraina. Putra Biden, Hunter, adalah anggota dewan perusahaan gas Ukraina, Burisma.

Kepada wartawan, Zelenskiy menuturkan bahwa tujuannya melakukan panggilan telepon dengan Trump adalah untuk mengatur pertemuan berikutnya. Saat itu, ia telah meminta Gedung Putih untuk mengubah retorikanya di Ukraina.

Dia mengatakan Kiev terbuka untuk melakukan investigasi bersama terhadap Biden. Namun dia menambahkan bahwa Ukraina adalah negara independen dengan lembaga penegak hukum independen yang tidak dapat dia pengaruhi.

“Tidak ada pemerasan. Ini bukan topik pembicaraan kami, ” ujar Zelenskiy berbicara tentang panggilannya dengan Trump, dikutip dari Reuters, Kamis (10/10/2019).

Zelenskiy mengatakan dia tidak punya keinginan untuk ikut campur dalam pemilihan AS.

Dia juga mengaku tidak tahu bahwa bantuan militer AS ke Ukraina telah diblokir pada saat panggilan dengan Trump berlangsung. Ia baru mengetahuinya setelah diberi tahu oleh menteri pertahanannya kemudian.

Setelah mengetahuinya, ia baru membicarakan masalah dana bantuan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence dalam pertemuan di Warsawa, Polandia pada September lalu.

"Saya mengatakan kepadanya, tolong bantu untuk menyelesaikannya," kata Zelenskiy mengulang pembicaraanya dengan Pence.

"Dan setelah pertemuan kami, Amerika membuka blokir bantuan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukraina, Donald Trump

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top