PAN Pilih Jadi Oposisi Konstruktif

Susunan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah dibentuk.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  14:22 WIB
PAN Pilih Jadi Oposisi Konstruktif
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  Susunan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah dibentuk.

Fungsi legislatif sebagai pengawasan terhadap kinerja pemerintah mulai efektif.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa sikap pihaknya kepada pemerintah yaitu oposisi konstruktif.

“Jadi kalau pemerintahan benar, ya kita katakan benar dan kita dukung. Tapi, kalau pemerintahan tidak benar tentu kita akan koreksi, kita kritik,” katanya kepada wartawan, Jumat (4/10/2019).

Saleh menjelaskan hal itu dilakukan untuk kepentingan bangsa. Pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin nanti hampir menguasai parlemen dari sisi partai pengusung.

Suara PDIP, PKB, PPP, Nasdem, dan Golkar jika digabung berjumlah 60 persen di parlemen. Sementara, partai lainnya belum memiliki sikap resmi, kecuali baru keinginan dan suara akat rumput.

Begitu pula dengan PAN. Ketua Umum Zulkifli Hasan belum menyatakan secara resmi posisi partai, tapi banyak kader ingin di oposisi, meski ada pula di pemerintah. 

“[Posisi oposisi] itu semuanya juga untuk kepentingan pemerintah dan kepentingan rakyat. Jadi kita akan berada pada posisi seperti itu,” jelas Saleh.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, mpr, partai amanat nasional

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top