Kahiyang Ayu Jokowi Lulus S2 dari IPB dengan IPK 3,90

Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, memperoleh predikat dengan pujian atau cum laude, pada acara wisuda di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Darmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/9).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 September 2019  |  14:38 WIB
Kahiyang Ayu Jokowi Lulus S2 dari IPB dengan IPK 3,90
Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (kanan) bersama dosen pembimbingnya di Sekolah Bisnis IPB, Dr Arief Daryanto. - Humas IPB University

Bisnis.com, BOGOR - Putri Presiden Joko WidodoKahiyang Ayu, memperoleh predikat dengan pujian atau cum laude, pada acara wisuda di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Darmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019).

Dosen Pembiming Kahiyang di Sekolah Bisnis IPB Dr Arief Daryanto menyebut bahwa Kahiyang memperoleh nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,90, dengan penyelesaian studi tepat waktu, yakni selama 23 bulan.

"Selama proses pembimbingan tesis, ia termasuk mahasiswa yang tidak terlalu merepotkan. Ia memilih topik yang sangat relevan dengan portfolio program studinya," kata Arief.

Tesis yang disusun oleh Kahiyang yaitu mengenai analisis daya saing salah satu Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN), yang bergerak dalam bisnis tebu dan gula di Jawa Timur. Ia mengaku terkesan atas keseriusan Kahiyang selama perkuliahan.

Di samping itu, Arief mengenal Kahiyang sebagai sosok mahasiswa yang memiliki kreatifitas dan komitmen tinggi. Pasalnya, istri dari Bobby Nasution itu selalu menyelesaikan tugas-tugasnya tepat waktu dengan kualitas yang baik.

"Kahiyang juga mudah bersosialisasi dengan berbagai pihak selama menempuh program pendidikan S2-nya. Sebagai anak Presiden ia tidak mau diistimewakan. Ia ingin tampil bersahaja seperti mahasiswa-mahasiswa lain di kampusnya," ujarnya.

Ia berpesan kepada Kahiyang agar terus belajar dan berpegang pada prinsip pendidikan sepanjang hayat. Karena, menurutnya, pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin penting kebutuhannya pada saat ini.

"Karena manusia terus menerus harus dapat menyesuaikan diri supaya dapat tetap bersaing dan memiliki daya resiliensi yang tinggi di tengah lingkungan masyarakat yang selalu berubah," sebut Arief.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, ipb, kahiyang ayu

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top