Sri Mulyani Cerita Kisah Heroik Pegawai Bea Cukai saat Kerusuhan Papua

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan aksi heroik dua pegawainya ketika Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai di Jayapura, Papua diserbu perusuh.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 12 September 2019  |  11:03 WIB
Sri Mulyani Cerita Kisah Heroik Pegawai Bea Cukai saat Kerusuhan Papua
Menteri Keuangan Sri Mulyani berkunjung ke Papua - Instagram @smindrawati

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan aksi heroik dua pegawainya ketika Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai di Jayapura, Papua diserbu perusuh.

Dua pegawainya tersebut merupakan staf Bea Cukai yang bernama Benyamin Adi Ericson Billik (Erico) dan Hery Matatula. Sri Mulyani membagikan kisah heroik keduanya melalui akun sosial medianya, Rabu (11/9/2019).

Cerita itu ia dapat ketika berkunjung ke Kantor Bea Cukai Jayapura, Selasa (10/9/2019).

Saat kerusuhan terjadi di Papua beberapa waktu lalu, Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Jayapura turut menjadi sasaran perusakan, penjarahan, dan pembakaran oleh para perusuh.

Kantor Bea Cukai habis terbakar oleh para perusuh, termasuk mobil kantor, dua mobil dinas terbakar, dua mobil dinas rusak, satu motor dinas rusak, dan 16 motor milik pribadi staf, komputer, dan bahkan ijazah serta uang tabungan staf yang tersimpan di kantor ikut terbakar.

Sri Mulyani menceritakan, dalam suasana yang mencekam ketika kantor dijarah dan dibakar, seluruh 46 pegawai Bea Cukai harus menyelamatkan diri dengan menumpang ke kapal yang sedang bersandar.

"Namun dua staf Bea Cukai yang bernama Benyamin Adi Ericson Billik (Erico) dan Hery Matatula memberanikan diri kembali ke kantor yang tengah dilalap api, sementara para perusuh masih berkeliaran," tulis Sri Mulyani.

Erico dan Hery memberanikan diri kembali ke kantor untuk menyelamatkan 19 pucuk senjata dan 2.000 amunisi yang tersimpan di ruang kantor agar tidak direbut oleh para perusuh. Di tengah kobaran api, mereka harus membobol lemari besi dengan dibantu dua staf cleaning service Maxi Mandosir dan Yoseph Tuku Rantesalu. Mereka juga mendapat bantuan dari dua petugas polisi dari Polsek Iptu Joko Prayogo dan Bripka Eko Iswahyudi.

Atas usaha mereka, akhirnya senjata dan amunisi tersebut berhasil diselamatkan.

"Saya atas nama Kementerian Keuangan dan negara memberikan penghargaan tinggi dan menaruh rasa hormat kepada Erico dan Hery dan banyak jajaran Kemenkeu lain yang memiliki karakter dan sikap kecintaan luar biasa dalam memenuhi panggilan tugas dan tanggung jawab sebagai aparat sipil negara yang membuktikan kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Sri.

"Mereka inilah yang membuat kita optimistis bahwa bangsa Indonesia selalu dapat mengatasi segala cobaan dan mampu berjuang menjaga persatuan kesatuan dan terus membangun menjadi bangsa dan negara yang besar, maju dan terus menjaga kedaulatan dan persatuan diatas kebhinekaan kita," lanjutnya.

Selain Erico dan Hery, Sri Mulyani juga mendengar cerita mengenai Maria dan Irma dari Kantor Pelayanan Pajak yang sejak kecil bersama keluarganya tinggal di Papua. Mereka mendadak melihat jalinan sosial yang selama ini berjalan baik dan harmonis, secara beringas terkoyak oleh kerusuhan.

"Kita melihat bahwa rasa persaudaraan persatuan Indonesia antar sesama rakyat, warga dan bangsa Indonesia sangat bisa dirusak oleh sentimen perbedaan suku, etnis, ras dan agama dan oleh nafsu kekuasaan," tulisnya.

"Kejadian kerusuhan di Papua memberikan pelajaran sangat berharga bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia adalah aset yang luar bisa berharga yang menjadi tanggung jawab kita semua untuk ikut menjaga, memelihara dan membelanya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, sri mulyani, Bea Cukai

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top