Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perang Narkoba: 19 Mayat Ditemukan, Sebagian Digantung di Jembatan

Pihak berwenang di kota Uruapan, Meksiko menemukan 19 mayat di tiga lokasi berbeda dan beberapa di antaranya digantung di jembatan akibat persaingan di antara geng narkoba.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  06:56 WIB
Ilustrasi narkoba - Istimewa
Ilustrasi narkoba - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pihak berwenang di kota Uruapan, Meksiko menemukan 19 mayat di tiga lokasi berbeda dan beberapa di antaranya digantung di jembatan akibat persaingan di antara geng narkoba.

Kepala kejaksaan negara bagian wilyah Uruapan mengatakan bahwa insiden itu terkait dengan persaingan di antara para pelaku kejahaan dan geng penguasa narkoba yang beroperasi di daerah tersebut.

"Ada perang di antara sel-sel dari berbagai kelompok kriminal yang berusaha untuk menguasai produksi, jalur distribusi dan konsumsi obat-obatan," kata Kepala Kejaksaan Adrian Lopez seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (9/8/2019).

Dia mengatakan insiden tersebut telah meresahkan penduduk setempat. Dari berbagai laporan media tergambar angka pembunuhan meningkat hingga pertengahan tahun ini.

Media lokal merilis foto beberapa mayat tergantung di jalan layang di Uruapan disertai ancaman yang dicetak pada selembar plastik besar.

 Ancaman itu merupakan taktik intimidasi yang sering terlihat dalam perang antar geng narkoba. Beberapa mayat lainnya ditemukan terpotong dan ditinggalkan di sepanjang jalan, kata Lopez.

 "Kekerasan yang dipertontonkan seperti ini dimaksudkan untuk mengintimidasi pesaing mereka dan mengirim pesan ancaman kepada pihak berwenang," kata Alejandro Hope, seorang analis keamanan.

Kekerasan semacam itu meningkat di wilayah Michoacan. Negara bagian itu merupakan titik nyala dalam perang kriminal terorganisir yang telah melanda Meksiko dalam beberapa tahun terakhir.

Michoacan adalah tempat pemerintah pertama kali mengerahkan tentara untuk memerangi gerombolan penjahat pada tahun 2006.

Strategi itu, menurut para kritikus, justru mengarah pada peningkatan kekerasan.

Meksiko telah mencatat lebih dari 250.000 pembunuhan sejak saat itu, termasuk rekor baru sebanyak 33.755 pada tahun lalu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

narkoba meksiko bandar narkoba
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top