Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UU Jaminan Fidusia Sudah Tidak Relevan

Undang-undang No. 42 /1999 tentang Jaminan Fidusia tidak relevan lagi digunakan untuk saat ini. Untuk itu perlu adanya perubahan agar lebih sempurna mengikuti perkembangan zaman.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  17:57 WIB
Ilustrasi/fidusia.ahu.go.id
Ilustrasi/fidusia.ahu.go.id

Bisnis.com,JAKARTA- Undang-undang No. 42 /1999 tentang Jaminan Fidusia tidak relevan lagi digunakan saat ini. Diperlukan adanya perubahan agar lebih sempurna mengikuti perkembangan zaman.

“Peran notaris harus lebih mengemuka dalam draft usulan RUU Perubahan No. 42/1998 tentang Jaminan Fidusia,” ujar Ketua Umum Ikanot Undip Otty Hari Chandra Ubayani, Jumat (12/7/2019).

Otty menyebutkan dirinya sempat memaparkan beberapa hal mengenai revisi saat menjadi pembicara pada Forum Group Discusion (FGD) yang diadakan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Seperti kita ketahui usia UU Fidusia sudah 20 tahun tetapi belum ada perbaikan seiring perkembangan zaman, terlebih di era globalisasi maupun era revolusi industri 4.0. Tentunya banyak sekali perubahan yang harus dimasukkan di dalam UU Fidusia,” ujarnya.

Otty menjelaskan, dengan adanya pembahasan RUU ini, semua pihak perlu dipanggil dan didengarkan. Hal itu, ujarnya, sangat baik untuk kemajuan.

”Saya juga salut dengan BPHN karena semua masukan kami didengarkan, apa saja yang menjadi kepentingan kita didengarkan dan semoga saja nanti ditampung menjadi sebuah naskah akademik yang lebih sempurna,” ujarnya.

“RUU Fidusia ini harus kita jadikan sebagai sebuah undang-undang agar bisa lebih baik lagi. Terutama untuk memberikan kepastian hukum bagi para investor, karena investor membutuhkan kepastian hukum tersebut,” jelasnya.

Menurut Otty, dengan adanya kepastian hukum, para investor akan berinvestasi di Indonesia. Namun apabila tidak mendapatkan kepastian hukum, pasti mereka akan takut berinvestasi.

Otty beserta tim memberikan masukan 11 poin yang harus diperbaiki. Diharapkan masukan-masukan yang sudah diberikan bisa dipertimbangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fidusia sita jaminan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top