Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemampuan Bahasa Inggris Jokowi Dipuji dan Dicela

Kemampuan Bahasa Inggris Presiden Joko Widodo atau Jokowi masih ramai diperbincangkan oleh warganet. Banyak yang mencela, namun tak sedikit pula yang membela kemampuan Bahasa Inggris Jokowi.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  13:36 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping menjelang sesi foto di sela-sela menghadiri KTT G20, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 digelar pada tanggal 28-29 Juni 2019. - Setkab
Presiden Joko Widodo (kanan) bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping menjelang sesi foto di sela-sela menghadiri KTT G20, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 digelar pada tanggal 28-29 Juni 2019. - Setkab

Bisnis.com, JAKARTA - Kemampuan Bahasa Inggris Presiden Joko Widodo atau Jokowi masih ramai diperbincangkan oleh warganet. Banyak yang mencela, namun tak sedikit pula yang membela kemampuan Bahasa Inggris Jokowi.

Beberapa warganet menilai seharusnya kemampuan Bahasa Inggris Jokowi tak perlu dicela karena menurut mereka, Jokowi cukup mahir dalam berbahasa Inggris. Hal tersebut ditunjukkan melalui sebuah video wawancara Jokowi dengan jurnalis CNN Christiane Amanpour pada 2015 yang dibagikan oleh salah satu akun Twitter warganet.

Dalam video bertajuk "On the Road With Presiden Widodo" tersebut, Jokowi dan Amanpour berbincang dalam Bahasa Inggris, membahas mengenai visi dan rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Meski berbincang dengan aksen Jawa, para warganet menilai kemampuan Bahasa Inggris Jokowi cukup baik dalam menanggapi setiap pertanyaan Amanpour.

"Christiane Amanpour form CNN speaks to Indonesian President Joko Widodo. Pak @jokowi sbnrnya mahir berbahasa Inggris meski dengan aksen Jawa. Ini serupa aksen-aksen American, British, Australian, Scottish, Canadian, atau yg paling terdekat, Malaysian/Singaporean English, ujar akun @Irawan_Kus*****

@janei****

I understood every word. He spoke about putting people first because he has lived as they do. This is a leader of the people. Berbicara dengan logat? Tidak bermasalah. Yg penting berbicara pelan dan jelas. He spoke well.

‏@FriskaAur****

Yg penting kan kan bisa ngomong sama lawan bicaranya bisa bahasa Inggris aksen maaa bodo amat yg pnting lawan bicara paham

Emang kaliiaaan bhs inggris ajaa nggk bisa sok²an

Mengenai cara bicara bahasa Inggris Jokowi menggunakan logat Jawa juga mendapat pembelaan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Dia menilai tak seharusnya orang-orang menilai rendah seseorang hanya karena aksen Bahasa Inggrisnya.

"Ada yang bilang Bahasa Inggris Pak Jokowi medok Jawa. Memang betul. Saya juga medok, tapi medok Batak. Lantas apakah kita harus malu dengan lidah Indonesia kita? Saya tidak setuju, karena saya bangga jadi orang Indonesia, dan saya bangga dengan logat Batak saya," tulisnya melalui akun Facebooknya.

Luhut mengatakan, tak hanya Jokowi yang berbicara Bahasa Inggris dengan aksen tertentu. Dia memperhatikan banyak pemimpin negara lain, seperti Jerman dan Prancis, juga memiliki aksen khas tersendiri saat bicara dalam Bahasa Inggris.

Luhut juga membagikan cerita mengenai interaksi Jokowi dengan para pemimpin negara lain dalam acara KTT G20 di Osaka, Jepang. Menurutnya, Jokowi selalu berbahasa Inggris dengan lancar dalam setiap komunikasinya.

"Kalau Bahasa Inggrisnya tidak baik, maka tidak mungkin seperti Ivanka Trump atau para pimpinan negara lain sampai ketawa-ketawa saat berbincang dengan Beliau," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bahasa inggris Luhut Pandjaitan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top