Ternyata, Saudara Tiri Kim Jong-un yang Dibunuh di Malaysia Agen CIA

Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang terbunuh di Malaysia pada tahun 2017, ternyata merupakan informan yang bekerja untuk Badan Intelijen Pusat AS (CIA), menurut harian Wall Street Journal disi Senin (10/6/2019).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  09:25 WIB
Ternyata, Saudara Tiri Kim Jong-un yang Dibunuh di Malaysia Agen CIA
Kim Jong Nam. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara  Kim Jong-un yang terbunuh di Malaysia pada tahun 2017, ternyata merupakan informan yang bekerja untuk Badan Intelijen Pusat AS (CIA), menurut harian Wall Street Journal disi Senin (10/6/2019).

Journal mengutip "orang yang tidak diketahui namanya yang mengetahui tentang masalah tersebut" untuk laporan tersebut. Disebutkan bahwa banyak detail hubungan Kim Jong-nam dengan CIA yang masih belum jelas seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (11/6/2019).

Hanya saja CIA menolak untuk berkomentar terkait hal itu.

Journal mengutip orang yang mengatakan "ada hubungan" antara CIA dan Kim Jong-nam.

"Beberapa mantan pejabat AS mengatakan bahwa  saudara tiri Kim, yang tinggal di luar Korea Utara selama bertahun-tahun dan tidak memiliki basis  di Pyongyang, tidak mungkin dapat memberikan rincian tentang pekerjaan dalam negeri negara tertutup itu," tulis Journal.

Mantan pejabat itu juga mengatakan Kim Jong-nam hampir pasti telah melakukan kontak dengan dinas keamanan negara-negara lain, terutama China, menurut Journal.

Para pejabat Korea Selatan dan AS mengatakan pemerintah Korea Utara telah memerintahkan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam yang mengkritik aturan dinasti keluarganya. Namun pihak Pyongyang membantah tuduhan itu.

Dua wanita dituduh meracuni Kim Jong Nam dengan mengolesi wajahnya dengan cairan VX, senjata kimia terlarang, di bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017.

Malaysia membebaskan Doan Thi Huong asal Vietnam pada Mei tahun lalu dan Siti Aisyah asal Indonesia kemudian juga dibebasan pada Maret lalu.
Menurut Journal, orang tersebut mengatakan Kim Jong-nam telah melakukan perjalanan ke Malaysia pada Februari 2017 untuk bertemu dengan kontak CIA-nya, meskipun itu mungkin bukan satu-satunya tujuan perjalanan itu.

Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un telah bertemu dua kali, di Hanoi pada bulan Februari dan Singapura Juni lalu. Akan tetapi pertemuan itu gagal menyepakati soal pencabutan sanksi AS dengan imbalan Korea Utara membatalkan program nuklir dan misilnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, kim jong un, Kim Jong Nam

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top