Gara-gara Beli Perangkat Rudal Rusia, AS Hentikan Pengiriman Jet Tempur F-15 ke Turki

Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menghentikan pengiriman jet tempur siluman Lockheed Martin F-35 beserta perlengkapannya ke Turki sejak 1 April lantaran salah satu negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu ngotot membeli perangkat peluru kendali S-400 dari Rusia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 April 2019  |  13:43 WIB
Gara-gara Beli Perangkat Rudal Rusia, AS Hentikan Pengiriman Jet Tempur F-15 ke Turki
Pesawat tempur F-15 Amerika Serikat - Pinterest

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menghentikan pengiriman jet tempur siluman Lockheed Martin F-35 beserta perlengkapannya ke Turki sejak 1 April lantaran salah satu negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu ngotot membeli perangkat peluru kendali S-400 dari Rusia.

"Karena mereka tetap melanjutkan pengiriman S-400, AS menghentikan pengiriman dan seluruh kegiatan yang menunjang program F-35 Turki," kata juru bicara Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), Charles E. Summers Jr., sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (2/4/2019).

AS menyatakan mereka sudah memperingatkan Turki untuk tidak melanjutkan kontrak pembelian rudal S-400. Pasalnya, hal itu bertentangan dengan proyek pembelian F-35.

"Kalau Turki melanjutkan pengadaan S-400, maka program F-35 mereka dalam bahaya," ujar Summers.

Alasan lain AS menghentikan proyek F-35 dengan Turki adalah mereka khawatir Rusia bisa mencuri data jet siluman itu. Jika itu terjadi maka Rusia bisa memperbaiki kemampuan jelajah dan akurasi rudal S-400 Rusia. Kini Pentagon menyatakan sedang mencari perusahaan mitra di Turki yang bisa memproduksi suku cadang bagi jet tempur F-35.

"Kami sangat menyesal atas situasi kerja sama F-35 dengan Turki, tetapi kami mengambil langkah penting untuk melindungi investasi atas teknologi kami," kata Summers.

Turki memang berencana membeli 100 jet tempur F-35 dengan nilai kontrak US$12 miliar. Mereka sudah mengirim para pilot angkatan udara ke AS untuk berlatih.

Dari delapan perusahaan Turki yang terlibat dalam kontrak pembelian itu, perusahaan elektronik Ayesas ditugaskan membuat kokpit panoramik untuk F-35. Sedangkan perusahaan Fokker Elmo mendapat jatah dalam pembuatan sistem interkoneksi dan kelistrikan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, rusia

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top