Impersonator Donald Trump dan Kim Jong-un Curi Perhatian Warga Hanoi

Orang-orang di kota Hanoi, Vietnam, dibuat kaget dengan penampakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang berjalan-jalan santai di kawasan kota.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 23 Februari 2019  |  16:22 WIB
Impersonator Donald Trump dan Kim Jong-un Curi Perhatian Warga Hanoi
Pemimpin Korea Utara Kim Jong/un tiruan (diperankan sorang peranakan Australia/China Howard X) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiruan (diperankan Russell White) barakting di depan Hotel Metropole Hanoi, Vietnam Jumat 22 Februari menjelang pertemuan puncak Donald Trump dan Kim Jong/u. Reuters/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA - Orang-orang di kota Hanoi, Vietnam, dibuat kaget dengan penampakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jongun yang berjalan-jalan santai di kawasan kota itu.

Beberapa hari sebelum pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Kim di ibukota Vietnam, seorang peniru atau impersonator muncul di Metropole Hotel, lokasi yang disebut sebagai tempat alternatif pertemuan kedua petinggi negara.

Howard X, seorang warga negara Australia sengaja mengubah penampilannya agar mirip dengan Kim, khususnya pada model potongan rambut.

"Kim, tolong segera ganti gaya rambutmu. Itu terlihat sangat jelek. Saya perlu waktu tiga jam untuk menyiapkan kostum dan menyiapkan karakter ini," ujar Howard X, seperti dikutip oleh Reuters, pada Sabtu (23/2).

Sang peniru mengunjungi Singapura pada Juni tahun lalu yang bertepatan dengan pertemuan tingkat tinggi pertama antara Trump dan Kim, di mana Howard X melakukan aksi satir yang menyebabkan dirinya ditahan oleh pihak berwenang selama beberapa saat.

Dia juga muncul pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan, di mana dia menari di depan tim pemandu sorak Korea Utara sebelum diamankan oleh pihak keamanan.

“Terakhir kali kami melakukannya [aksi satir] di Singapura, yang merupakan wilayah teritorinya. Sekarang kita berada di wilayahku dengan teman-temanku," ujarnya kepada seorang impersonator yang memiliki kemiripan dengan Donald Trump.

Impersonator Kim ini mengatakan pihak berwenang Vietnam telah menanyai mereka dan memperingatkan mereka tentang kemungkinan deportasi setelah mereka merekam wawancara di stasiun TV lokal, yang tidak jadi ditayangkan.

"Mereka kemudian mengatakan bahwa ini adalah periode sangat sensitif bagi Hanoi, karena KTT Trump dan Kim serta aksi kami dapat menyebabkan 'gangguan'," kata Howard X dalam sebuah postingan di Facebook.

Howard juga mengatakan bahwa dia diminta untuk menandatangani perjanjian bahwa dia tidak akan memberikan wawancara atau melakukan peniruan di depan umum.

Sebelumnya, para peniru ini dikelilingi oleh wartawan dan kamera televisi di dalam area hotel, sebelum staf keamanan menunjukkan pintu keluar.

Howard X mengatakan dia berencana untuk makan makanan Vietnam dan bermain golf dengan rekannya yang menjadi peniru Trump, Russell White, selama KTT berlangsung pada 27-28 Februari.

Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan ke Opera House Hanoi dan menarik kerumunan warga berkumpul dan berfoto bersama.

Howard X mengenakan setelan Mao dengan lencana yang menampilkan mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong Il, yang merupakan ayah Kim Jong Un.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kim jong un, Donald Trump

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup