Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1.200 Personel TNI-Polri Diterjunkan Jaga "Jam Rawan" di Jawa Tengah

Polda Jawa Tengah dan TNI menerjunkan 1.200 personel untuk mengamankan wilayah yang berpotensi mendapatkan ancaman teror pembakaran kendaraan di wilayah tersebut.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  17:23 WIB
1.200personel TNI-Polri diterjunkan jaga
1.200personel TNI-Polri diterjunkan jaga "jam rawan" di Jawa Tengah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Polda Jawa Tengah dan TNI menerjunkan 1.200 personel untuk mengamankan wilayah yang berpotensi mendapatkan ancaman teror pembakaran kendaraan di wilayah tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan TNI-Polri dan masyarakat tengah melakukan penjagaan ketat pada sejumlah titik yang dinilai rawan teror pembakaran kendaraan.

Kendati begitu, Syahar merahasiakan wilayah yang berpotensi rawan teror pembakaran di wilayah Jawa Tengah.

"Kami akan menggandeng para stakeholder, TNI dan masyarakat untuk berjaga selama 24 jam. Terutama di jam-jam rawan pada pukul 02.00-05.00 WIB pagi. Total personel yang dikerahkan ada 1.200 personel," tuturnya, Jumat (8/2/2019).

Syahar memastikan Polri akan bertindak profesional mengusut tuntas perkara tindak pidana pengrusakan berupa pembakaran kendaraan di Jawa Tengah itu sekaligus memburu pelaku penebar teror untuk diproses hukum.

"Pada dasarnya ini adalah peristiwa tindak pidana dan sudah menjadi kewajiban bagi Polri untuk usut kasus ini hingga selesai," kata Syahar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng pembakaran teror
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top