Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Pemotongan Salib di Purbayan: Ini Pesan Sultan Soal Toleransi

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi pesan khusus terkait kasus pemotongan salib di makam wilayah Purbayan, Yogyakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  15:45 WIB
Kasus Pemotongan Salib di Purbayan: Ini Pesan Sultan Soal Toleransi
Sri Sultan Hamengku Buwono X - Antara
Bagikan

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi pesan khusus terkait kasus pemotongan salib di makam wilayah Purbayan, Yogyakarta.

Sultan HB X mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk bisa saling menjaga kebersamaan dan toleransi, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang senantiasa harmonis.

Demikian pesan Sultan HB X atas kasus pemotongan simbol keagamaan di makam yang kemudian viral di media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari masyarakat.

"Peristiwa tersebut merupakan pembelajaran bersama untuk seluruh pihak. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Yang pasti, semua masyarakat perlu memahami adanya perbedaan di sekitar mereka. Kemajemukan harus menjadi sebuah kekuatan, bukan justru kelemahan yang bisa dicabik-cabik," kata Sultan HB X.

"Kami sudah berdialog dengan semua pihak terkait masalah ini. Saya rasa, apa yang viral tersebut karena rasa manis atau asinnya dilebih-lebihkan," katanya.

Menurut  Sultan, DIY tetap akan konsisten dan berkomitmen mempertahankan toleransi. Dengan toleransi dan kebersamaan dari seluruh kelompok masyarakat, ujar Sultan, Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

"Kemerdekaan yang diraih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah hasil perjuangan dari seluruh kelompok masyarakat meskipun berbeda suku dan agama. Komitmen inilah yang akan tetap kami jaga," ujar Sultan.

"Kami sudah berdialog dengan semua pihak terkait masalah ini. Saya rasa, apa yang viral tersebut karena rasa manis atau asinnya dilebih-lebihkan," katanya.

Sultan mengatakan, kejadian tersebut bisa terjadi karena adanya perbedaan tingkat pemahaman di masyarakat tentang makna toleransi dan kebersamaan, atau keinginan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan secara praktis.

"Masyarakat mungkin menilai apa yang mereka lakukan tidak akan berdampak seperti ini karena mereka hanya bersikap praktis saja setelah ada kesepakatan di warga. Berita tentang hal ini justru memberikan nuansa kesalahpahaman yang kemudian menyebabkan prasangka," kata Sultan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sultan menilai bahwa warga juga tetap menjaga silaturahmi dengan melayat keluarga yang ditinggalkan meskipun berbeda agama, bahkan mengantarkan dan membantu proses pemakaman.

"Mungkin, karena ada kesepakatan di masyarakat, maka masyarakat kemudian bersikap praktis dan terjadilah hal tersebut," kata Sultan.

Masyarakat diharapkan mampu memiliki pemahaman lebih luas tentang makna toleransi. Sultan juga mengingatkan agar lurah maupun camat ikut menjaga kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

"Perangkat pemerintah ini memiliki peran untuk mengingatkan masyarakat tentang aturan perundang-undangan atau konstitusi yang berlaku. Misalnya jika masyarakat memiliki kesepakatan-kesepakatan tertentu, maka perangkat daerah perlu melakukan verifikasi apakah kesepakatan tersebut sesuai dengan konstitusi atau tidak," katanya.

Sultan berharap kejadian tersebut tidak terulang di kemudian hari dalam bentuk apa pun.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, konstruksi sosial masyarakat Purbayan tetap dalam kondisi yang baik dan terjaga.

"Keluarga tersebut sudah tinggal di Purbayan sejak 1986. Mereka pun hidup dan bersosialisasi secara baik dengan warga dan aktif di kegiatan masyarakat dan tidak ada yang mempermasalahkannya," kata Haryadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intoleransi toleransi sri sultan hamengkubuwono

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top