Kubu Prabowo-Sandi Masih 'Peram' SBY

Koalisi Indonesia Adil Makmur memiliki strategi khusus untuk menggunakan jasa Presiden RI 2004-2014 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dalam kampanye pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Samdysara Saragih | 18 November 2018 17:33 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono menyampaikan pidato politiknya dalam acara HUT Ke-17 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (17/9/2018). Acara itu menggagas tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik Yang Beradab". - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Koalisi Indonesia Adil Makmur memiliki strategi khusus untuk menggunakan jasa Presiden RI 2004-2014 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dalam kampanye pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dengan segudang pengalaman memimpin negeri ini, SBY dinilai oleh sesama anggota Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) belum maksimal mendukung Prabowo-Sandi. Bahkan, SBY selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrat terang-terangan menyatakan fokus pada Pemilu Legislatif ketimbang Pemilu Presiden 2019.

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari mengakui bahwa bosnya itu mengarahkan para calon anggota legislatif (caleg) untuk fokus merebut kursi parlemen. SBY pun sibuk turun ke daerah agar memastikan 15% kursi DPR dapat direbut pada Pileg 2019.

Meski demikian, Imelda memastikan SBY dan Demokrat tetap memperjuangkan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Dia membantah tudingan bahwa partainya tidak serius memenangkan pasangan nomor urut 02 tersebut.

“Sampai Januari 2019, semua kader fokus pemenangan Pileg. Pada saatnya nanti Pak SBY akan melakukan kampanye bersama-sama Pak Prabowo. Waktu tiga bulan cukup,” katanya di Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Imelda mengatakan SBY memiliki pengalaman memenangkan dua pemilu presiden sehingga dapat berkuasa selama dua periode pemerintahan. Pengalaman itu akan menjadi bekal mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi.

“Makanya, Pak SBY mengingatkan ke pasangan calon untuk fokus visi dan misi. Terbukti 10 tahun Demokrat melakukan program prorakyat,” ujar Anggota Direktorat Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini.

Senada, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yahdil Abdi Harahap mengatakan SBY belum diagendakan berkampanye dengan Prabowo atau Sandi. Menurut dia, baru Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan yang telah melakukan tur bersama Sandi di Jawa dan Sumatra.

“Memang ada sekuel, ada giliran. [Setelah PAN] nanti ke PKS lalu Demokrat. Ada saatnya mungkin Pak SBY dan Pak Prabowo bersama-sama karena waktu masih lima bulan,” ujarnya.

Wakil Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi ini menilai wajar bila Demokrat masih fokus mengarahkan para caleg-nya menghadapi Pileg 2019. Pelaksaan Pilpres dan Pileg secara bersamaan memang menuntut parpol untuk tidak fokus pada satu kontestasi saja.

“Jadi tidak setengah hati. Banyak kader Demokrat yang memiliki militansi dan fanatisme tinggi pada Prabowo-Sandi," ucap Harahap.

Tag : sby, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top