Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Najib Razak Kembali Didakwa Salahgunakan Dana Pemerintah Malaysia

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak didakwa melakukan enam pelanggaran hukum, termasuk penyalahgunaan dana pemerintah senilai 6,6 miliar ringgit atau sekitar Rp24,05 triliun, Kamis (25/10/2018).
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 25 Oktober 2018  |  11:17 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7). - Reuters/Lai Seng Sin
Mantan PM Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7). - Reuters/Lai Seng Sin

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak didakwa melakukan enam pelanggaran hukum, termasuk penyalahgunaan dana pemerintah senilai 6,6 miliar ringgit atau sekitar Rp24,05 triliun, Kamis (25/10/2018).

Dakwaan ini menambah panjang potensi hukuman terhadap Najib terkait kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Jika diputus bersalah dalam kasus ini, maka dia terancam dihukum penjara hingga 20 tahun dan dikenakan denda.

Sebelumnya, dia sudah didakwa melakukan 32 pelanggaran hukum termasuk pencucian uang, suap, dan penyalahgunaan kepercayaan atas transaksi yang terkait dengan 1MDB.

Reuters melansir Kamis (25/10), dakwaan yang sama dijatuhkan kepada Irwan Serigar Abdullah, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan Malaysia. Baik Najib maupun Irwan menyatakan tak bersalah atas dakwaan tersebut.

Jaksa menyatakan Najib dan Irwan menyalahgunakan kepercayaan atas kucuran dana pemerintah senilai 220 juta ringgit yang ditujukan untuk Kuala Lumpur International Airport Berhad dan 1,3 miliar ringgit lainnya untuk subsidi serta program bantuan tunai.

Mereka juga dituding menyalahgunakan dana pemerintah lainnya sebesar 5,12 miliar ringgit.

Skandal korupsi 1MDB menjadi poin penting dalam kejatuhan Najib dari posisi PM maupun dari UMNO. Kasus ini membuatnya kalah dari mantan mentornya, Mahathir Mohamad, dalam Pemilu pada Mei 2018.

Istri Najib, Rosmah Mansor, juga turut diperiksa oleh otoritas Negeri Jiran.

Departemen Kehakiman AS memperkirakan dana yang dikorupsi dari perusahaan milik Pemerintah Malaysia itu mencapai US$4,5 miliar dan US$700 juta di antaranya masuk ke rekening pribadi Najib. Selain diinvestigasi oleh otoritas Malaysia dan AS, kasus ini juga tengah diselidiki oleh otoritas Swiss dan Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

najib razak Skandal 1MDB

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top