Jamal Khashoggi Dibunuh, Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Arab

Jerman mengumumkan akan menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi di tengah keraguan mengenai penjelasan Riyadh berkaitan dengan terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi, Minggu (21/10/2018).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Oktober 2018  |  09:15 WIB
Jamal Khashoggi Dibunuh, Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Arab
CEO VW Matthias Mueller berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel saat acara pembukaan Frankfurt Motor Show (IAA) 2017 di Frankfurt, Jerman, Kamis (14/9). - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Jerman mengumumkan akan menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi di tengah keraguan mengenai penjelasan Riyadh berkaitan dengan terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi, Minggu (21/10/2018).

Ketika berbicara kepada wartawan setelah pertemuan Uni Kristen Demokrat (CDU) di Berlin, Kanselir Jerman Angela Merkel menuntut penjelasan segera mengenai terbunuhnya Khashoggi.

"Sejauh berkaitan dengan ekspor senjata, itu tak bisa berlangsung dalam kondisi saat ini," kata Merkel.

Dia juga menggaris-bawahi bahwa Berlin akan mengadakan pembicaraan dengan semua mitra internasionalnya untuk mengeluarkan reaksi bersama.

Khashoggi terakhir kali terlihat pada 2 Oktober, ketika ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Setelah berhari-hari membantah Riyadh mengetahui keberadaan Khashoggi, Arab Saudi pada Sabtu (20/10/2018) menyatakan Khashoggi meninggal selama perkelahian di dalam Konsulat.

Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga negara Arab Saudi --termasuk beberapa pejabat-- tiba di Istanbul dengan naik dua pesawat dan mengunjungi Konsulat tersebut saat ia berada di dalamnya, kata beberapa sumber polisi Turki. Sejak itu, semua orang yang diidentifikasi tersebut telah meninggalkan Turki.

Satu tim gabungan Turki-Arab Saudi menyelesaikan penyelidikan mengenai kasus itu pada Kamis (18/10/2018), setelah menggeledah kediaman konsul jenderal serta Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Jerman telah menyerukan reaksi bersatu internasional atas terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, kata kantor berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

"Kita memerlukan reaksi bersatu dari masyarakat internasional," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di akun Twitter pada Ahad (21/10). Ditambahkannya, Berlin sedang mengkoordinasikan pendiriannya bersama dengan Prancis, Inggris, mitra lain Uni Eropa dan negara G7.

Khashoggi terakhir terlihat pada 2 Oktober, ketika ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Setelah berhari-hari membantah Riyadh mengetahui keberadaan Khashoggi, Arab Saudi pada Sabtu (20/10) menyatakan Khashoggi meninggal selama perkelahian di dalam Konsulat.

Maas mengatakan penyelidikan "yang dapat dipercaya" diharapkan dari Arab Saudi mengenai kondisi sesungguhnya seputar kematian Khashoggi.

Diplomat senior Jerman tersebut juga mengisyaratkan bahwa pemerintah koalisi yang dipimpin Kanselir Angela Merkel akan menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi.

"Selama penyelidikan dilanjutkan, selama kami tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di sana, saya kira tak ada dasar bagi kondisi positif mengenai ekspor senjata ke Arab Saudi," kata Maas kepada lembaga penyiaran umum Jerman, ARD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jerman, arab saudi, Jamal Khashoggi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top