Merawat Keberagaman Indonesia di 'Wallacea Week 2018'

- British Council, British Embassy Jakarta, dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan potensi sejarah sains daerah Wallacea dan Wallace melalui “Wallacea Week 2018”.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 Oktober 2018 17:00 WIB
Peta Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - British Council, British Embassy Jakarta, dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan potensi sejarah sains daerah Wallacea dan Wallace melalui “Wallacea Week 2018”.

Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyebut kegiatan ini tak lepas sebagai bagian dari perayaan memperingati 150 tahun terbitnya buku “The Malay Archipelago”.

Alfred Russel Wallace, seorang penjelajah dan naturalis Inggris menemukan daerah Wallacea pada 1854–1862. Dia melakukan penjelajahan ilmiah dan mendokumentasikan perjalanannya ke dalam buku berjudul “The Malay Archipelago”.

Alfred Russel Wallace menilai daerah yang akhirnya dinamakan Wallacea terletak di kepulauan Indonesia bagian timur yang merupakan sebuah laboratorium hidup terbesar di dunia yang ada di Indonesia.

Perjalanan keilmuan Alfred serta daerah Wallacea merupakan kisah klasik yang tidak hanya menceritakan tentang temuan – temuan biodiversitas dan keanekaragaman hayati, namun juga kekayaan budaya, bahasa, serta peta perpindahan manusia purba di Nusantara.

“Mengingat dan mengkaji peninggalan Wallace, serta daerah Wallacea merupakan sebuah upaya berkesinambungan untuk secara maksimal menggali potensi yang ada. Pada penyelenggaraan “Wallacea Week 2017” telah ditelaah mengenai kisah hidup Wallace, gagasannya tentang evolusi, hingga terciptanya jalur Wallacea serta flora dan fauna yang hidup di sana," ujar Satryo di Perpustakaan Nasional, Jumat (12/10/2018).

Warisan Wallace

Satryo menyebut dengan mengingat adanya keterhubungan yang kuat antara keragaman budaya dan hayati di wilayah Wallacea, maka “Wallacea Week 2018” akan memaksimalkan warisan Wallace di Indonesia dengan mengangkat tema – tema terkait  makanan dan nutrisi, konektivitas, serta partisipasi publik dalam melestarikan keragaman budaya dan hayati di Wallacea.

Paul Smith, Direktur British Council Indonesia menyebut British Council sebagai organisasi internasional di bidang budaya dan kesempatan pendidikan merasa bangga dapat kembali menyelenggarakan “Wallacea Week” bersama dengan para mitra kami sebagai bentuk upaya pelestarian peninggalan Wallace.

Dia menilai daerah Wallacea menjadikan Indonesia pemegang peran penting dalam isu keberagaman. Indonesia perlu terus melanjutkan peran ini agar dapat menginspirasi tidak hanya masyarakat Indonesia sendiri, namun juga seluruh dunia untuk secara aktif menggali potensi warisan budaya, keanekaragaman hayati dan geologis dari daerah Wallacea.

 “Wilayah Wallacea dan karya Wallace menunjukan keunikan kenekaragaman hayati dan sosial-budaya Indonesia. Pekan Wallacea adalah selebrasi dari keanekaragaman ini dan sebuah kesempatan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan partisipasi publik dalam melindungi dan mempromosikan keanekaragaman yang membuat Indonesia sangat spesial," terang Paul.

Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, mengaku sangat senang Kedutaan Besar Inggris, British Council, dan mitra-mitra Inggris di Indonesia dapat berkolaborasi untuk kedua kalinya memperingati warisan Wallace.

Tag : sejarah, Indikasi-Geografis
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top