Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Istri Najib Razak Hadapi Tuduhan Pencucian Uang

Lembaga anti rasuah Malaysia menahan Rosmah Mansor, istri mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, karena kasus pencucian uang.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 04 Oktober 2018  |  09:16 WIB
Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor. - Reuters
Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga anti rasuah Malaysia menahan Rosmah Mansor, istri mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, karena kasus pencucian uang.
 
Rosmah ditahan pada Rabu (3/10/2018) oleh Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC). Dia akan menghadapi persidangan atas tuduhan tersebut, hari ini.
 
"Rosmah akan menghadapi beberapa tuduhan," ujar MACC seperti dilansir Reuters, Kamis (4/10).
 
Namun, tidak dijelaskan apakah kasus pencucian uang itu terkait dengan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Pengacara Rosmah, Geethan Ram Vincent, juga mengaku tidak diberitahu apa alasan penahanan kliennya.
 
Sejak kasus 1MDB menyeruak ke publik, terutama setelah Najib harus lengser karena kalah dalam Pemilu pada Mei 2018, Rosmah telah menjadi perhatian. Segera setelah Najib dinyatakan kalah, polisi Malaysia menyita koleksi tas desainer, perhiasan, dan jam tangan mewah bernilai US$275 juta dari properti yang terkait dengan pasangan ini.
 
Adapun Najib menghadapi 32 dakwaan yang mencakup pencucian uang hingga penyalahgunaan kekuasaan. Dia sudah berkali-kali membantah hal ini dan menyatakan dirinya tak bersalah.
 
Departemen Kehakiman AS memperkirakan dana yang disalahgunakan dari 1MDB mencapai US$4,5 miliar atau sekitar Rp66,82 triliun. Kasus ini tengah diselidiki di enam negara, termasuk Malaysia, AS, Swiss, dan Singapura. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

najib razak Skandal 1MDB

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top