PENIPUAN FIRST TRAVEL : Penampilan Maskulin Kiki Hasibuan Jadi Sorotan

Adik bos First Travel Anniesa Desitasari Hasibuan, Siti Nuraidah Hasibuan atau Kiki Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dana umrah First Travel.
JIBI | 22 Agustus 2017 13:14 WIB
Kiki Hasibuan - Instagram

Kabar24.com, JAKARTA - Adik bos First Travel Anniesa Desitasari Hasibuan, Siti Nuraidah Hasibuan atau Kiki Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dana umrah First Travel.

SIMAK : Daftar Aset First Travel yang Disita Polisi

Pada saat fotonya tersebar di sosial media, banyak orang heran karena penampilan Kiki Hasibuan seperti laki-laki.

Dari foto yang beredar, Kiki Hasibuan bertubuh tegap dan rambut cepak. Respons untuk foto Kiki Hasibuan di media sosial yang membicarakan mengenai penampilannya yang seperti laki-laki sama banyaknya dengan mereka yang marah karena kasus First Travel.

Kiki Hasibuan bukan satu-satunya perempuan yang berpenampilan seperti laki-laki. Ada pula masyarakat yang belum mengerti bagaimana menyikapi perempuan yang maskulin.

Psikolog Rose Mini mengatakan perempuan yang berperilaku seperti laki-laki dan sebaliknya adalah pilihan hidup.

"Selama tidak mengganggu sekitarnya atau merusak diri sendiri sebenarnya tidak masalah,” kata Rose Mini, Senin (21/8/2017).

Banyak juga yang tidak memikirkan mengenai latar belakang seseorang yang membuat pilihan tersebut. Bila keinginannya hanya untuk menutupi mereka yang memilih untuk bersifat atau berperilaku seperti lawan jenisnya, mereka hanya akan merasa tersakiti.

“Secara psikologis atau ilmiah, tingkah laku seperti ini tidak termasuk sebagai kelainan,” ujar Rose Mini.

BACA : Korban Penipuan First Travel 58 Ribu Orang, Utangnya Nyaris Rp1Triliun

Secara psikologis, perempuan bisa memutuskan untuk berpenampilan dan berperilaku seperti laki-laki karena latar belakang mereka.

Dari latar belakang, terdapat banyak alasan yang bisa menyebabkan perempuan memilih untuk berpenampilan maskulin; ingin terlihat lebih kuat agar dapat melindungi orang-orang yang disayanginya dari pergaulan; bisa juga dari kejadian yang traumatis yang membuat seorang perempuan merasa lebih nyaman bila berpakaian atau bertingkah laku seperti laki-laki.

Dengan belajar memahami latar belakang perempuan itu memilih berpenampilan seperti lelaki, menurut Rose Mini, maka masyarakat tak perlu menanggapi fenomena ini secara berlebihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
First Travel

Sumber : Tempo
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top