Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MK 'Larang' 19 Korban First Travel Lakukan Ini 

Mahkamah Konstitusi tidak memperbolehkan lagi 19 korban PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel menggugat dua materi dalam KUHP dan KUHAP.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  11:08 WIB
Sidang pengucapan putusan/ketetapan MK di Jakarta, Rabu (29/1/2020). - Bisnis.com/Samdysara Saragih
Sidang pengucapan putusan/ketetapan MK di Jakarta, Rabu (29/1/2020). - Bisnis.com/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi tidak memperbolehkan lagi 19 korban PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel menggugat dua materi dalam KUHP dan KUHAP.

Dua materi tersebut adalah Pasal 39 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 46 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Para pemohon  ternyata mencabut permohonan tersebut.

Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman mengatakan penarikan permohonan disampaikan melalui surat bertanggal 9 Januari 2020. Konsekuensi penarikan itu, para pemohon tidak dibolehkan menguji materi yang sama.

“Para pemohon tidak dapat mengajukan kembali permohonan pengujian Pasal 39 KUHP dan Pasal 46 KUHAP, ” kata Anwar saat membacakan amar Ketetapan MK No. 81/PUU-XVII/2019 di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sebanyak 19 pemohon mengaku korban First Travel yang merugi antara Rp606.000 - Rp70 juta. Pengadilan Negeri Depok hingga Mahkamah Agung pun telah memutus pemilik First Travel bersalah.

Namun, pengadilan menyatakan aset First Travel harus dirampas untuk negara.

Dasar putusan itu adalah Pasal 39 KUHP dan Pasal 46 KUHAP. Karena itu, para pemohon meminta MK menafsirkan ulang Pasal 39 KUHP dan Pasal 46 KUHAP dengan menjamin pengembalian aset kepada korban.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

First Travel
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top