Korut Siap Ambil Langkah Militer Hadapi AS

Korea Utara akan menggunakan kekuatan militer mereka secara penuh jika AS mengambil langkah-langkah militer yang gegabah dalam pengerahan armada tempur ke Semenanjung Korea.
John Andhi Oktaveri | 12 April 2017 09:39 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Korea Utara akan menggunakan kekuatan militer mereka secara penuh jika AS mengambil langkah-langkah militer yang gegabah dalam pengerahan armada tempur ke Semenanjung Korea.

Kementerian luar negeri Korut menyatakan pengerahan itu menunjukkan langkah gegabah untuk menyerang yang telah mencapai fase.

Komando Pasifik AS berkilah, langkah itu bertujuan untuk menjaga kesiagaan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan AS siap untuk bertindak sendiri menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

Sementara itu Korea Selatan dan sekutu terdekat Korea Utara, China, memperingatkan sanksi yang lebih berat jika Pyongyang melakukan uji coba rudal lagi.

Armada tempur Carl Vinson terdiri sebuah kapal induk dan sejumlah kapal perang lainnya, semula hendak berlabuh di Australia, namun kemudian dialihkan dari Singapura ke Pasifik barat, tempat dilakukannya latihan militer AS dengan Angkatan Laut Korea Selatan.

"Kami menganggap AS sepenuhnya bertanggung jawab atas bencana yang mungkin timbul akibat langkah mereka yang berbahaya itu," menurut pernyataan kementerian luar negeri seperti dikutip BBC.com, Rabu (11/4/2017).

Disebutkan bahwa Republik Rakyat Demokratik Korea siap untuk bereaksi terhadap segala bentuk modus perang yang diinginkan oleh AS.

Hari Senin (10/4), utusan Cina untuk semenanjung Korea, Wu Dawei bertemu dengan menteri luar negeri Korea Selatan dan utusan khusus untuk urusan nuklir.

Para pejabat Korea mengatakan kepada wartawan bahwa kedua negara sepakat untuk memberlakukan 'langkah-langkah keras lain' jika Korea Utara melakukan uji coba nuklir atau rudal lebih lanjut.

China, yang merupakan penyambung hidup ekonomi Korea Utara, telah memberlakukan sanksi ekonomi termasuk larangan semua impor batubara Korea Utara sejak Februari.

Tag : amerika serikat, korea utara, korea selatan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top