Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI UPS: Usai Diperiksa, Haji Lulung Hemat Bicara dan Buru Buru Tinggalkan Bareskrim

Usai menjalani pemeriksaan sekitar delapan jam oleh penyidik Bareskrim, Abraham Lunggana alias Haji Lulung hemat berbicara mengenai pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) pada APBD-P DKI 2014.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 30 April 2015  |  19:12 WIB
Haji Lulung - Antara/M. Adimaja
Haji Lulung - Antara/M. Adimaja

Kabar24.com, JAKARTA -- Usai menjalani pemeriksaan sekitar delapan jam oleh penyidik Bareskrim, Abraham Lunggana alias Haji Lulung hemat berbicara mengenai pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) pada APBD-P DKI 2014.

Keluar dari gedung Bareskrim Mabes Polri, sekitar pukul 18.16 WIB, Lulung ditemani dua kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah dan Effendi Syahputra. Wajah Lulung terlihat lelah, setelah hampir seharian diperiksa penyidik Bareskrim Polri.

"Saya sudah diperiksa sebagai saksi, tentunya hasil kita serahkan ke kepolisian," kata Lulung kepada wartawan di Gedung Bareskrim usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Jakarta, Kamis (30/4/2015).

"Saya dukung agar sepenuhnya masalah lebih cepat tuntas," katanya.

Setelah memberikan pernyataan tersebut, Lulung langsung bergegas menuju mobil Fortuner yang terparkir di halaman gedung Bareskrim.

Selama perjalanan menuju mobil, Lulung tak menjawab pertanyaan awak media terkait pemeriksaan dan siapa saja anggota DPRD yang terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan UPS.

Dalam kasus UPS, penyidik juga sudah menetapkan Alex Usman sebagai tersangka karena diduga berperan dalam pengadaan UPS terkait posisinya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat.

Selain Alex, penyidik juga sudah menetapkan Zainal Soleman sebagai tersangka karena diduga berperan menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Kini, kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korupsi UPS
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top