Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bom Sana'a: RI Minta Penjelasan Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi di Indonesia Mustafa Ibrahim Al Mubarak untuk meminta penjelasan tentang insiden bom di Sana'a, Yaman yang menghancurkan KBRI dan melukai tiga orang WNI.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 21 April 2015  |  16:30 WIB
Misil Scud yang disinyalir menghantam kawasan sekitar KBRI Yaman - Reuters
Misil Scud yang disinyalir menghantam kawasan sekitar KBRI Yaman - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi di Indonesia Mustafa Ibrahim Al Mubarak untuk meminta penjelasan tentang insiden bom di Sana'a, Yaman yang menghancurkan KBRI dan melukai tiga orang WNI.

Retno menuturkan Arab Saudi harus menjelaskan mengapa KBRI terkena dampak serangan udara yang ditujukan pada basis misil Scud di Gunung Faj Attan, Sana'a.

Padahal, pada 26 Maret 2015, pemerintah Indonesia telah menyerahkan informasi koordinat yang menerangkan lokasi KBRI dan Wisma Indonesia di Sana'a, Yaman.

"Kita sudah berikan koordinatnya, tentunya dengan satu harapan karena ini misi diplomatik, harus dilindungi. Ada kewajiban semua pihak melindungi premises diplomatik di negara manapun," tuturnya di sela-sela rangkaian acara Konferensi Asia Afrika di JCC, Selasa (21/4).

Retno juga meminta penjelaskan apa yang akan dilakukan pemerintah Saudi terhadap kerusakan 80% gedung KBRI dan seluruh kendaraan dinas staf KBRI di Sana'a yang dalam kondisi rusak berat.

"Duta Besar Arab Saudi berjanji akan menyampaikan pertanyaan saya ini kepada pemerintah Saudi di Riyadh," ujarnya.

Retno tidak membantah bahwa serangan tersebut dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya.

Dalam kesempatan tersebut, kata Retno, Dubes Arab Saudi menegaskan bahwa KBRI di Sana'a bukanlah target serangan udara tersebut. Namun, hanya terkena imbas dari serangan tersebut.

"Saya menggarisbawahi bahwa hubungan Indonesia-Arab Saudi sangat baik dan saya tidak mau hal-hal seperti ini mengganggu hubungan bilateral kedua negara," tegasnya.

Pada Senin (20/4) pukul 10:45 waktu Yaman terjadi serangan bom di Kota Sana'a, Yaman. Serangan bom tersebut mengakibatkan hancurnya gedung KBRI dan tiga orang WNI luka-luka.

Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi serangan bom yang terjadi di Sana'a, Yaman yang mengakibatkan jatuhnya korban luka-luka dan rusaknya gedung KBRI.

Indonesia juga meminta semua pihak menghormati aturan dan hukum internasional, khususnya terkait misi diplomatik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu Perang Yaman
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top