Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemblokiran Situs Radikal: Wamenlu AS Sebut Bukan Tugas Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia dinilai tidak perlu melakukan pemblokiran situs-situs yang dianggap radikal.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 15 April 2015  |  18:33 WIB
Ilustrasi - kominfo.go.id
Ilustrasi - kominfo.go.id

Kabar24.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dinilai tidak perlu melakukan pemblokiran situs-situs yang dianggap radikal.

Menurut Under Secretary for Public Diplomacy and Public Affairs Amerika Serikat Richard Stengel, pengawasan terhadap konten sudah dilakukan oleh masing-masing media sosial.

“Menurut saya itu bukan tugas pemerintah untuk menutup situs-situs yang seperti Google, Facebook atau Twitter karena mereka sudah punya term of service tersendiri, dan itu termasuk salah satunya tidak boleh menyebarkan kebencian atau kekerasan,” kata Wamenlu AS ini.

Hal ini disampaikan Stengel dalam diskusi bersama jurnalis dan mahasiswa yang bertajuk “Democratization of Information: Opportunities in a Changing Media Landscape” di @Atamerica, Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Mantan redaktur pelaksana di majalah TIME ini menyebutkan bahwa bentuk media berbasis teknologi tersebut adalah bagian dari demokrasi.

Semangatnya adalah kebebasan berpendapat yang dijamin oleh negara.

“Teknologi mengubah alam informasi, kita bisa mendapatkan informasi yang melimpah bahkan berlebihan. Beberapa orang bisa mendapatkan keuntungan dari media sosial, tapi beberapa juga menyalahgunakan,” katanya.

Namun dia mengingatkan walau bebas, tetap saja tidak boleh melakukan hal-hal yang membahayakan kehidupan orang lain.

Stengel masih yakin akan penyaringan yang dilakukan pengelola situs media sosial.

Dia mencontohkan Twitter yang baru-baru ini menindak akun-akun yang dinilai menyebarkan ancaman keamanan terkait dengan propaganda ISIS.

By the way, Twitter sudah melakukannya, Twitter menutup 10 ribu akun yang dianggap menyalahi ketentuan mereka,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemblokiran situs radikal Richard Stengel Wamenlu AS
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top