Politisi PKS Tegaskan Terpilihnya Setya Novanto Sah, Aksi WO Tidak Berpengaruh

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengatakan sidang paripurna penetapan paket pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diketuai oleh Setya Novanto pada dini sudah sesuai aturan yang berlaku
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Oktober 2014  |  10:28 WIB
Politisi PKS Tegaskan Terpilihnya Setya Novanto Sah, Aksi WO Tidak Berpengaruh
Sidang DPR

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi walkout (WO) partai politik Indonesia Hebat  - PDI-Perjuangan, PKB, Nasional Demokrat, Hati Nurani Rakyat - dalam pemilihan pimpinan DPR pada Kamis dinihari (2/10), tidak mempengaruhi keabsahan keputusan yang dihasilkan sidang paripurna DPR.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengatakan sidang paripurna penetapan paket pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diketuai oleh Setya Novanto sudah sesuai dengan Undang-Undang MPR/DPR/DPD/DPRD (MD3).

Mendampingi Setya Novanto sebagai wakil ketua masing-masing Fadli Zon (Gerindra), Fahri Hamzah (PKS), Agus Hermanto (Demokrat), Taufik Kurniawan (PAN).

Selain itu, proses pemilihan telah mematuhi tata tertib pemilihan yang menjadi landasannya.

“Tidak ada aturan yang dilanggar," ujar Nasir dalam satu perbincangan dengan sebuah stasiun televisi, Kamis pagi.

Dia menjelaskan sidang paripurna semalam bukanlah soal menang dan kalah namun sebuah proses demokrasi yang harus saling menghargai.

Menurutnya, proses lobi yang dilakukan dalam rangkaian sidang paripurna merupakan cara untuk mengerucutkan pandangan selain memutuskan pilihan fraksi.

Melalui lobi itu, akan dicapai musyawarah untuk mufakat meski kemudian bisa saja berakhir dengan langkah WO yang dilakukan empat fraksi (Fraksi-PDI, F-PKB, F-Nasdem, F-Hanura).

Sejak awal memang Koalisi Merah Putih - Partai Golkar, Gerindra. Demokrat, PAN, PPP, PKS -  lebih siap untuk mengajukan paket pimpinan DPR.

Sebaliknya, Koalisi Indonesia hebat yang hanya didukung oleh empat partai tidak siap karena paket pimpinan diisi oleh lima pimpinan dari partai yang berbeda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, pks

Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top