Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DENSUS 88 Bekuk 2 Teroris Lagi

BISNIS.COM, JAKARTA—Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri kembali berhasil membekuk dua pelaku terduga teroris di dua titik pada pagi ini, Selasa (14/5/2013).
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 14 Mei 2013  |  12:10 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri kembali berhasil membekuk dua pelaku terduga teroris di dua titik pada pagi ini, Selasa (14/5/2013).

”Pagi ini kami berhasil menangkap dua orang pelatih perakit bom. Bisa disebut mereka ini adalah tutor keliling perakit bom,” kata seorang sumber Densus 88 Antiteror Polri kepada Bisnis, Selasa (14/5).

Berdasarkan keterangannya, pelaku pertama berinisial SAM alias Arf ditangkap di Purwokerto pada 6.30 Wib, sedangkan pelaku kedua berinisial SPU ditangkap di Surakarta pada sekitar 07.00 Wib.

Mereka berdua ditangkap dalam dua operasi terpisah dan diduga kuat sebagai pelatih perakit bom di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta.

”Keduanya ini punya ilmu merakit bom karena mengikuti pelatihan militer di Poso. Mereka juga terlibat dalam pembuatan bom nitrogliserin kelompok Badri Hartono yang kami bongkar pada September 2012 lalu di Surakarta,” jelasnya.

Anggota Detasemen berlambang burung hantu itu juga mengungkapkan mereka tergabung dalam kelompok pelatihan militer di bawah kepemimpinan Santoso dan Autad Rawa saat bergerak di Poso.

Namun, kedua pimpinan gembong teroris itu hingga kini masih buron.

Sebelumnya, Tim Densus 88 berhasil menangkap 24 terduga teroris di lima titik pada pekan lalu. Sebanyak 17 orang ditangkap hidup-hidup, sedangkan tujuh di antaranya terpaksa ditembak mati. Hingga kini, Polri sudah menetapkan 10 orang sebagai tersangka. (bas)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri teroris densus88 terdugateroris
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top