Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FLU BURUNG: Maskapai China Setop Menu Ayam

BISNIS.COM, BEIJING--Dua perusahaan katering penerbangan di Beijing memutuskan untuk tidak menyediakan menu ayam kepada sejumlah maskapai termasuk maskapai dalam negeri, terkait berjangkitnya virus flu burung H7N9 di beberapa wilayah di China. Dua perusahaan
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 10 April 2013  |  08:36 WIB

BISNIS.COM, BEIJING--Dua perusahaan katering penerbangan di Beijing memutuskan untuk tidak menyediakan menu ayam kepada sejumlah maskapai termasuk maskapai dalam negeri, terkait berjangkitnya virus flu burung H7N9 di beberapa wilayah di China.

Dua perusahaan katering menghentikan menu ayam kepada maskapai Air China, China Southtern, China Eastern dan Sichuan Airlines, demikian "Legal News Evening" melaporkan di Beijing, Rabu.

Menurut laporan tersebut, menu ayam akan diganti dengan daging atau makanan laut. Merebaknya virus H7N9 di Kota Shanghai dan beberapa kota lain di China memaksa pemerintah setempat untuk memusnahkan puluhan ribu unggas dan menutup paar unggas.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mengkonsumsi ayam atau bebek di rumah makan.

Kasus di China ini adalah untuk kali pertama bahwa virus H7N9 terdeteksi menjangkiti manusia.

Sebelumnya, penyakit flu burung pada manusia lebih disebabkan oleh infeksi virus H5N1. Sejak menyebar tahun 2003 hingga tanggal 12 Maret, virus H5N1 telah menyebabkan kematian 360 orang di seluruh dunia.

Hingga saat ini, pihak berwenang di China belum mengetahui bagaimana virus H7N9 itu bisa menjangkiti manusia.

Jumlah kasus virus H7N9 hingga kini tercatat 28 kasus dan sembilan di antaranya meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flu burung maskapai penerbangan air china china southtern china eastern dan sichuan airlines

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top