Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Iran Ancam Serangan Skala Besar Jika AS Provokasi dan Israel Kembali Serang

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian memperingatkan bahwa setiap serangan baru Israel akan memicu pembalasan yang tegas dan berskala besar.
Presiden Iran Ebrahim Raisi. Dok IRNA
Presiden Iran Ebrahim Raisi. Dok IRNA

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan bahwa Teheran telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa setiap serangan baru Israel akan memicu pembalasan yang tegas dan berskala besar. 

Kementerian Luar Negeri Iran di Telegram menyampaikan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran yang berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. 

“Kami menyampaikan peringatan yang jelas kepada Gedung Putih bahwa jika terjadi provokasi dan pengulangan serangan teroris [Israel] terhadap keamanan dan kepentingan Iran, tanggapan Teheran dan tindakan selanjutnya akan tegas, segera, dan berskala besar,” kata Abdollahian, dilansir TASS, Selasa (16/4/2024). 

Menteri Iran itu juga mengatakan kepada rekannya dari China tentang upaya diplomatik dan tindakan yang diambil oleh angkatan bersenjata Iran melawan rezim Israel dan serangan terhadap kedutaan Iran di Damaskus.

"China mengutuk keras serangan terhadap misi diplomatik Iran dan percaya bahwa tindakan tersebut melanggar dan bertentangan dengan hukum internasional. China dan Republik Islam Iran adalah mitra strategis,” katanya. 

Seperti diketahui, Iran meluncurkan puluhan drone dan rudal ke arah Israel sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan Tel Aviv, termasuk serangan terhadap kantor konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus, yang mana Iran menyalahkan Israel. 

Media berita milik pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan terhadap Israel tersebut menargetkan situs militer.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya mencegat 99% dari hampir 350 proyektil yang diluncurkan ke negara tersebut. 

Israel tidak melaporkan adanya korban jiwa atau cedera serius, hanya mengatakan bahwa kerusakan kecil terjadi di Pangkalan Udara Nevatim.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper