Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Presiden Mesir: Ada Upaya Intensif Capai Gencatan Senjata di Gaza, Palestina

Presiden Mesir bertemu dengan Sekjen PBB untuk membahas upaya merealisasikan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Tank Israel melaju di Jalur Gaza, Palestina pada Rabu (24/1/2024). - Bloomberg/Kobi Wolf
Tank Israel melaju di Jalur Gaza, Palestina pada Rabu (24/1/2024). - Bloomberg/Kobi Wolf

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi menyebut terdapat upaya intensif untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza, Palestina, juga pertukaran tahanan dan pemberian akses bantuan kemanusiaan yang cukup ke jalur tersebut.

Dilansir dari Antara, hal tersebut disampaikan oleh Sisi dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) António Manuel de Oliveira Guterres pada Minggu (24/3/2024). Mereka membahas upaya untuk segera mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza.

Pemimpin Mesir memuji upaya yang dilakukan Guterres dalam mendesak komunitas internasional agar berkontribusi menghentikan serangan Israel ke Palestina. Dia juga mengapresiasi keinginan Guterres untuk mematuhi hukum internasional dan hukum kerja sama internasional.

"Penting bagi Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawabnya terkait perang di Gaza," ujar Sisi, dilansir dari Antara pada Minggu (24/3/2024).

Dia juga memperingatkan konsekuensi serius dari penghentian pendanaan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).

"Ini dianggap sebagai hukuman kolektif terhadap warga Palestina yang tidak bersalah," ujar Sisi.

Sementara itu, Guterres menggarisbawahi pentingnya gencatan senjata untuk tujuan kemanusiaan, guna memungkinkan pengiriman dan distribusi bantuan yang efektif kepada masyarakat di Jalur Gaza, Palestina.

Guterres tiba di kota El-Arish, Mesir yang berdekatan dengan Jalur Gaza pada Sabtu (23/3/2024). Dia mengunjungi pasien Palestina di rumah sakit kota tersebut.

Itu merupakan kunjungan Guterres yang kedua ke Mesir sejak Israel meningkatkan serangannya di Gaza pada Sabtu (7/10/2023) lalu.

Sejak eskalasi serang itu, lebih dari 32.200 warga Palestina dibunuh dan lebih dari 74.500 orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Adapun, korban jiwa di pihak Israel mencapai 1.200 orang.

Israel dituduh melakukan genosida oleh Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada Januari 2024 memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper