Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Eks Petinggi Kadin Yusrizki Divonis 2 Tahun Penjara di Kasus Korupsi BTS

Majelis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara terhadap terdakwa kasus korupsi BTS Kominfo Muhammad Yusrizki.
Terdakwa kasus dugaan korupsi menara pemancar sinyal atau BTS 4G Kominfo Muhammad Yusrizki menghadiri sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/10/2023). JPU menghadirkan sejumlah saksi diantaranya Candra Brahmono Indianto dan Windi Purnama untuk terdakwa Irwan Hermawan, Galumbang Menak dan Mukti Ali. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Terdakwa kasus dugaan korupsi menara pemancar sinyal atau BTS 4G Kominfo Muhammad Yusrizki menghadiri sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/10/2023). JPU menghadirkan sejumlah saksi diantaranya Candra Brahmono Indianto dan Windi Purnama untuk terdakwa Irwan Hermawan, Galumbang Menak dan Mukti Ali. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara terhadap terdakwa kasus korupsi proyek menara pemancar atau base transreceiver station (BTS) 4G Muhammad Yusrizki.

Yusrizki dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsider dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sementara itu, Yusrizki dibebaskan dari dakwaan primer JPU. 

Atas vonis tersebut, Direktur Utama PT Basis Utama Prima (BUP) sekaligus mantan Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 tahun. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama dua tahun," ujar Hakim Ketua Rianto Adam Pontoh dalam amar putusannya di PN Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024). 

Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman pidana denda sebesar Rp250 juta subsidair empat bulan kurungan.

Dia juga dihukum pidana uang pengganti sebesar Rp61,179 miliar dikurangi nilai uang yang telah disita dari terdakwa dan PT Bintang Komunikasi Utama (BKU) sebesar Rp61,179 miliar untuk pengganti kerugian negara. Dengan demikian, pidana uang pengganti kepada Yusrizki telah dibayarkan seluruhnya. 

Adapun vonis hakim yang dijatuhkan kepada Yusrizki lebih ringan dari tuntutan yang dilayangkan oleh JPU. Sebelumnya, pengusaha itu dituntut hukuman 4,5 tahun penjara. 

Hukuman pidana denda yang dijatuhkan kepadanya juga lebih ringan dari tuntutan JPU, yakni Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. 

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menilai hanya ada satu hal yang memberatkan vonis terhadap Yusrizki yakni tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. 

Sementara itu, terdapat beberapa hal yang meringankan vonis terhadap Yusrizki seperti kooperatif dan sopan selama persidangan; belum pernah dihukum; memiliki tanggungan istri dan anak; merasa bersalah dan mengakui perbuatannya; secara sukarela mengembalikan uangyang diterima; serta sudah selesainya proyek BTS 4G.

Sebelumnya, mantan petinggi Kadin itu didakwa menerima aliran dana korupsi BTS sebesar US$2,5 juta dan Rp84 miliar. 

Kasus yang turut menjerat mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G. Plate itu merugikan keuangan negara sebesar Rp8,03 triliun. Jhonny sebelumnya dijatuhi hukuman pidana penjara selama 15 tahun. Pada putusan banding, hukuman uang pengganti kepada Jhonny diperberat dari Rp15,5 miliar menjadi Rp16,1 miliar dan US$10.000. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper