Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Nyoblos, Mahfud MD Ingatkan Masyarakat Jangan Terjebak Isu di Media Sosial

Mahfud MD meminta masyarakat kawal Pemilu 2024, imbau jangan terjebak kebenaran baru dari media sosial.
Pasangan calon presiden Ganjar Pranowo (kiri) dan wakil presiden Mahfud Md memberikan paparan usai penetapan nomor urut capres dan cawapres di Jakarta, Selasa (14/11/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pasangan calon presiden Ganjar Pranowo (kiri) dan wakil presiden Mahfud Md memberikan paparan usai penetapan nomor urut capres dan cawapres di Jakarta, Selasa (14/11/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, SLEMAN - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 03 Mahfud MD mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak dalam kebenaran baru.

Kebenaran baru tersebut, dijelaskan Mahfud sebagai anomali yang sering mencampur adukan antara sesuatu yang benar dan salah.

Sehingga pada momen pencoblosan, pada Pemilu 2024, hari ini Rabu (14/2/2024), ia meminta masyarakat untuk melawan kebenaran baru dan membawanya menuju kebenaran yang hakiki.

"Saya berkali-kali katakan, ini masa penentuan bagi masa depan Indonesia. Karena sekarang ini serba anomali, anomali itu antara yang benar dan yang salah itu sering bercampur aduk," kata Mahfud pada Selasa (13/2/2024), dikutip dari Harian Jogja.

Anomali tersebut kerap membuat masyarakat disesatkan oleh opini yang dibentuk di dalam dunia maya. Hal ini akan berdampak pada terbentuknya suatu kebenaran baru.

"Orang sering disesatkan oleh opini-opini yang dimainkan di medsos, buzzer dan sebagainya. Sehingga sekarang ini sedang terjadi apa yang disebut kebenaran baru," lanjutnya.

Mantan Menko Polhukam ini juga menyinggung bahwa kebenaran baru tersebut merujuk pada kesalahan yang diulang-ulang terus menerus hingga seakan-akan benar.

"Kebenaran baru itu adalah kebenaran yang meskipun salah kalau diulang ulang dan dimobilisasi oleh kekuatan suprastruktur dan infrastruktur politik, itu menjadi seakan-akan benar meskipun salah,"

Oleh sebab itu, diirnya meminta masyarakat untuk berupaya melawan kebenaran baru itu menuju kebenaran yang bersifat hakiki.

"Oleh sebab itu menurut saya Pemilu ini harus melawan kebenaran itu menuju kebenaran-kebenaran yang hakiki. Bukan kebenaran-kebenaran baru," ujarnya.

Mahfud meyakini masyarakat telah memiliki pilihannya masing-masing. Secara tegas dirinya tidak akan mempengaruhi pilihan tersebut.

Mahfud hanya bisa mempengaruhi masyarakat agar datang ke TPS. Soal siapa yang nantinya akan dicoblos, itu menjadi hak masing-masing individu.

"Bagi saya, yang penting saya akan mempengaruhi agar datang ke TPS. Soal pakunya diarahkan ke nomor berapa, itu urusan masing-masing," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : JIBI
Sumber : Harian Jogja
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper