Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Viral Teori Kejanggalan di Film Dokumenter Dirty Vote, Benarkah?

Film Dirty Vote karya sutradara Dandhy Dwi Laksono disebut memiliki berbagai kejanggalan. Benarkah?
Film dokumenter Dirty Vote. Dok Youtube Dirty Vote.
Film dokumenter Dirty Vote. Dok Youtube Dirty Vote.

Bisnis.com, JAKARTA - Film Dirty Vote karya sutradara Dandhy Dwi Laksono disebut memiliki berbagai kejanggalan. Benarkah?

“Dirty Vote” pada Minggu siang dirilis oleh rumah produksi WatchDoc di platform YouTube.

Film tersebut menampilkan tiga pakar hukum tata negara, yaitu Zainal Arifin Mochtar dari Universitas Gadjah Mada, Feri Amsari dari Universitas Andalas, dan Bivitri Susanti dari Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera.

Tiga pakar itu secara bergantian dan bersama-sama menjelaskan rentetan peristiwa yang diyakini bagian dari kecurangan pemilu.

Dalam beberapa bagian, beberapa pakar juga mengkritik Bawaslu yang dinilai tidak tegas dalam menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran pemilu.

Alhasil menurut mereka, tidak ada efek jera sehingga pelanggaran pemilu cenderung terjadi berulang. Prabowo-Gibran menjadi salah satu pihak yang cukup disorot dalam film tersebut.

Pascaviral, berbagai pendapat muncul dan jadi perdebatan di media sosial. Salah satu topik yang cukup menuai pro dan kontra diunggah oleh akun Twitter @sosmedkeras.

Akun tersebut mengungkap berbagai dugaan kejangalan yang muncul, terlebih terkait pemeran dalam film dokumentar tersebut.

Berikut adalah kejanggalan di film Dirty Vote seperti yang diunggah Sosmed Keras:

1. Ketiga aktor pernah masuk ke dalam tim percepatan reformasi hukum Mahfud MD

Zainal Arifin Mochtar, Feri Amsari, dan Bivitri Susanti pernah masuk ke dalam tim percepatan reformasi hukum Mahfud MD.

Pembentukan tim ini didasarkan pada Surat Keputusan Menkopolhukam Nomor 63 Tahun 2023 tentang Tim Percepatan Reformasi Hukum yang ditandatangani oleh Mahfud Md pada 23 Mei 2023.

Dalam salinan surat tersebut, disebutkan bahwa tugas Tim Reformasi Hukum adalah menetapkan strategi dan agenda prioritas, mengkoordinasikan kementerian atau lembaga terkait, serta mengevaluasi agenda prioritas tersebut.

Agenda prioritas yang dijadwalkan mencakup empat hal utama, yaitu reformasi lembaga peradilan dan penegakan hukum; reformasi hukum sektor agraria dan sumber daya alam; pencegahan dan pemberantasan korupsi; serta reformasi sektor peraturan perundang-undangan.

2. Feri Amsari disebut sebagai timses Amin

Feri Amsari disebut menjadi bagian dari timses Amin lantaran pernah berfoto dengan Cak Imin. 

3. Zainal Arifin Mochtar disebut pendukung Ganjar-Mahfud

Pendapat ini muncul karena Zainal Arifin Mochtar pernah berfoto bersama Cak Lontong. Sebelumnya, Cak Lontong viral lataran marah-marah kepada masyarakat Jawa Timur yang mengacungkan dua jari di kampanye paslon 02. 

4. Ada credit salam 4 jari

Pada film Dirty Vote di menit 1:46:50, terdapat credit salam 4 jari. Menurut unggahan @sosmedkeras, salam tersebut merupakan isyarat adalah "kerjasama" antara paslon 01 dan 03.

Meski demikian, sutradara “Dirty Vote” Dandhy Dwi Laksono menyebut filmnya itu sebagai bentuk edukasi untuk masyarakat terutama beberapa hari sebelum mereka menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

“Ada saatnya kita menjadi pendukung capres-cawapres, tetapi hari ini saya ingin mengajak setiap orang untuk menonton film ini sebagai warga negara,” kata Dandhy.

Di kolom komentar, beberapa netizen juga menolak mengatakan Dirty Vote sebagai black campaign karena apa yang dibeberkan oleh sang sutradara adalah fakta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper