Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ganjar Ungkap Alasan Bidik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas 7%

Ganjar Pranowo mengungkap alasan dirinya membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7% apabila memenangkan Pilpres 2024.
Calon presiden Ganjar Pranowo dan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam jumpa pers di kawasan Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan pada Minggu (19/11/2023)/Bisnis-Reyhan Fernanda Fajarihza
Calon presiden Ganjar Pranowo dan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam jumpa pers di kawasan Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan pada Minggu (19/11/2023)/Bisnis-Reyhan Fernanda Fajarihza

Bisnis.com, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengungkapkan alasan dirinya membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7% apabila terpilih dalam Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, angka tersebut merupakan target ideal untuk mengerek Indonesia keluar dari middle income trap atau jebakan pendapatan menengah.

"Pertumbuhan ekonomi 7% itu agar kita tidak masuk menjadi negara middle income trap. Ikhtiarnya banyak sekali," katanya kepada wartawan usai acara Dialog Capres Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023).

Ganjar berpendapat bahwa target tersebut dapat dicapai dengan mendorong upskilling atau peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Ketika ditanya apakah dirinya yakin dengan langkah itu dengan kondisi sumber daya manusia Indonesia saat ini, mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut berjanji akan meningkatkan upaya dari pemerintah.

"Karena kita mendapatkan bonus demografi dan kita memimpikan target di 2045, maka effort kita juga tinggi. Kita tahu ini barang tidak mudah, ini sesuatu yang mesti kita siapkan serius. Maka tadi saya tadi minta bantuan Apindo," tuturnya.

Selain itu, dalam diskusi bersama Apindo, dirinya mengaku mendapatkan masukan perihal penegakan hukum sebagai langkah memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Pasangan cawapres Mahfud MD ini memberikan contoh penegakan hukum yang berdampak baik erhadap ekonomi dapat dilihat di berbagai negara seperti Singapura.

"Artinya kalau penegakan hukum itu bisa tegak setegaknya, terus kemudian layanan pemerintah bisa sangat baik, integritas aparaturnya bagus, maka kita bisa mencontoh beberapa negara yang memang mereka benar-benar good governancenya bisa berjalan dengan baik," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper