Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sri Mulyani Hadiri COP28, Ungkap Misi RI di Green Climate Fund

Sri Mulyani mengungkapkan Indonesia telah menyumbangkan dana US$500.000 pada GCF-1.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kata sambutan saat Bisnis Indonesia Business Challenges 2024 di Jakarta, Kamis (23/11/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kata sambutan saat Bisnis Indonesia Business Challenges 2024 di Jakarta, Kamis (23/11/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani terpantau hadir dalam United Nations FCCC Conference of the Parties COP28 di Dubai, untuk membahas isu perubahan iklim hingga rencana Indonesia menjadi bagian dalam anggota dewan Green Climate Fund (GCF). 

Untuk diketahui, GCF merupakan pendanaan multilateral terbesar dunia untuk permasalahan iklim.  

Dalam pertemuan dengan Direktur GCF Mafalda Duarte, Sri Mulyani membahas mengenai kerja sama Indonesia dan GCF, selaras dengan tema besar yang dibahas pada COP 28 kali ini.

Salah satunya, mengenai kontribusi Indonesia pada GCF. Pada pendanaan GCF-1 lalu, Indonesia telah menyumbangkan dana sejumlah US$500.000. 

“Pada pendanaan GCF-2 [periode 2024-2027] nanti, Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menyumbang kembali,” ungkapnya dalam Instagram @smindrawati, Minggu (3/12/2023). 

Menurutnya, hal ini menjadi sebuah langkah konkret yang menunjukkan konsistensi dan ambisi Indonesia dalam mendukung inisiatif dan proyek-proyek terkait perubahan iklim. 

Terlebih, Sri Mulyani berharap pada periode selanjutnya, Indonesia dapat menjadi bagian dalam anggota dewan atau board member GCF. Pada periode saat ini, tidak ada satupun perwakilan Indonesia di dalam Board Member GCF. 

“Ini juga merupakan manifestasi komitmen tidak tergoyahkan Indonesia untuk memimpin pemecahan permasalahan iklim dunia, salah satunya dengan menjadi Board Member GCF pada periode berikutnya,” tutupnya. 

Sebelumnya, Sri Mulyani telah menekankan bahwa Indonesia bahkan dunia tengah menghadapi permasalahan serius, di samping tensi ekonomi dan politik yang terus meningkat.  

Bukan lagi persoalan suku bunga ataupun geopolitik, namun isu perubahan iklim atau climate change menjadi suatu masalah serius.  

“Selain agenda ekonomi atau politik, sebetulnya Indonesia dan dunia sedang serius menghadapi climate change, dan ini membutuhkan berbagai respon dari sisi instrumen fiskal,” ungkapnya dalam Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC) 2024, Kamis (23/11/2023). 

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan terus aktif untuk melakukan pendekatan dan membantu membangun fondasi untuk antisipasi dampak perubahan iklim. 

Salah satunya melalui dukungan carbon tax atau pajak karbon yang saat ini masih dalam perencanaan dan akan diterapkan bertahap, di samping rencana Indonesia yang akan memberikan sumbangan kepada GCF pada periode berikutnya tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper